PURWOKERTO, KOMPAS.com - Seorang pria berinisial EM (67) ditemukan tewas di rumahnya sekaligus bengkel sepeda motor di Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (27/6/2026) dini hari.
Polisi menduga EM yang tinggal berdua bersama istrinya itu tewas akibat dibunuh karena ditemukan sejumlah luka pada bagian tubuhnya.
Ketua RT 03 RW 09 Kelurahan Arcawinangun, Nartim mengatakan, menerima kabar korban meninggal sekitar pukul 02.00 WIB.
"Saya dibangunin terus langsung ke lokasi. Tapi tidak ada warga yang berani masuk, akhirnya kami lihat dari luar dulu, terus masuk difoto (jasadnya), tidak ada yang berani pegang," kata Nartim kepada wartawan, Sabtu.
Warga merasa curiga
Menurut Nartim, saat itu jenazah berada di kamar dan telah ditutup dengan kain.
Warga melihat luka memar di bagian kepala dan pendarahan pada bagian telinga.
"Warga sebenarnya sudah curiga. Kalau meninggalnya wajar kan tidak ada luka, walaupun sudah lama. Kalau meninggalnya wajar, tidak ada bekas apa-apa," ungkap dia.
Nartim mengatakan, warga semakin curiga setelah istri korban meminta warga untuk tidak melapor ke polisi.
Istri korban justru meminta warga agar segera memandikan dan memakamkan jenazah.
"Istrinya sempat bilang ke tetangga dan saya, minta jangan lapor polisi. Dia bilang agar cepat dimandikan dan dikubur. Jangan sampai tahu polisi, nanti urusannya panjang," ungkap Nartim.
Selidiki penyebab kematian korban
Tanpa sepengatahuan istri korban, warga berinisiatif melaporkan hal itu ke polisi.
Tak lama kemudian, polisi datang dan langsung memasang garis polisi.
Ketika konfirmasi, Kapolresta Banyumas Kombes Petrus Silalahi mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban.
"Kami sedang melakukan penyelidikan terkait dengan temuan jasad tersebut. Kami periksa sejumlah saksi, termasuk istri korban, kemudian kami juga periksa CCTV sekitar," kata Petrus.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, ditemukan beberapa luka pada bagian tubuhnya.
"Dari sisi fisik luar, terdapat bekas jeratan di leher. Kemudian ada lebam di wajah sebelah kanan dan juga mengeluarkan darah. Kami menduga kematian korban disebabkan kekerasan atau pembunuhan," jelas Petrus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang