Perusahaan Kini Lebih Terbuka pada Lintas Jurusan asal Punya Kompetensi

Perusahaan Kini Lebih Terbuka pada Lintas Jurusan asal Punya Kompetensi

SURABAYA, KOMPAS.com - Lebih dari 50 persen pencari kerja melamar di berbagai perusahaan di Jawa Timur dengan posisi bidang tak sesuai dengan latar belakang pendidikan. Tapi, perusahaan kini lebih terbuka terhadap banyak jurusan.

Sekarang, perusahaan melalui Human Researce Development (HRD) lebih banyak memanfaatkan platform online untuk menjaring job seeker.

Sebab, jangkauannya lebih luas dan mudah menyesuaikan kebutuhan posisi. Platform yang digunakan mulai dari Linkedln, Kita Lulus, Pintarnya, Glints.

“Sementara itu kegiatan job fair lebih efektif untuk membangun employer branding dan menjaring kandidat entry level atau fresh graduate,” kata HR Azarine Cosmetic, Alga Destria Azizah (28) kepada Kompas.com, Jumat (26/6/2026).

Lolos administrasi tapi gagal tunjukan kemampuan

Selama berkarier sebagai HR, Destria mengaku sekitar 30-50 persen pelamar lolos secara administrasi tapi gagal ketika wawancara atau penunjukan kemampuan keterampilan.

“Banyak kandidat memiliki CV yang memenuhi kualifikasi dasar tapi saat tes wawancara kompetensi ternyata belum sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia bilang sejauh ini cukup banyak pelamar yang memilih posisi tidak sesuai antara bidang dan latar belakang pendidikan yang dimiliki. Untuk posisi tertentu sekitar 20-40 persen.

Namun saat ini perusahaan semakin terbuka terhadap lintas jurusan selama memenuhi kompetensi, pengalaman, atau sertifikasi yang relevan dengan posisi yang dilamar.

"Selain hard skill yang spesifik sesuai jabatan, perusahaan juga memperhatikan kemampuan komunikasi, problem solving, beradaptasi, berpikir kritis dan bisa bekerja secara tim. Serta, kemampuan bisa belajar cepat," terangnya.

Meski begitu, kadangkala pihak perusahaan mengalami kendala saat melakukan rekrutmen karyawan baru.

Terutama saat menemukan pelamar yang memiliki nilai tinggi secara akademis, tetapi kemampuan kerja di lapangan dinilai kurang maksimal.

"Saat ini banyak perusahaan mulai bergeser dari pendekatan degree based hiring menjadi skill based hiring. Ijazah tetap penting tetapi kemampuan nyata dalam bekerja, pengalaman dan sikap kerja seringkali lebih menentukan keputusan rekrutmen," tegas Destria.

Perusahaan melihat sisi akademis dan kemampuan

Dalam menentukan keputusan calon pelamar terpilih, perusahaan akan melihat dari sisi akademis dan kemampuan.

Namun, untuk memastikan kemampuan, perusahaan dominan mengandalkan hasil tes sebagai alat validasi yang obyektif.

Pengalaman yang mempuni akan menjadi nilai plus apalagi didukung oleh kemampuan yang terbukti saat proses seleksi.