JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) Zaenur Rohman mengatakan, pengusutan tuntas kasus korupsi program makan bergizi gratis (MBG) bisa memulihkan kepercayaan publik pada institusi Kejaksaan Agung (Kejagung).
"Justru kasus BGN ketika bisa diselesaikan hingga tuntas, itu bisa memulihkan nama Kejaksaan di mata publik, bisa meningkatkan kembali kepercayaan publik terhadap kejaksaan," kata Zaenur kepada Kompas.com, Selasa (14/7/2026).
Menurut dia, yang terjadi dalam institusi Kejaksaan adalah problematik dari orang-orang yang ada di dalamnya, sehingga institusi Kejaksaan harus dipulihkan nama baiknya.
"Jadi yang sedang disasar sebagai tersangka itu kan FA (Febrie) orangnya. Institusinya harus tetap dijaga dan institusinya harus tetap melanjutkan tugas, jangan sampai tugasnya itu kemudian terpengaruh," ucapnya.
Saat ini, Program MBG akan kembali berjalan seiring dengan tahun ajaran baru dan anak-anak mulai kembali beraktivitas di sekolah.
Menurut dia, Kejaksaan Agung (Kejagung) harus segera mengungkap nama-nama pihak yang terkait kasus korupsi MBG yang pernah disebutkan Febrie sehari sebelum ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
"Dan untuk kejaksaan ini harus cepat di dalam mengungkap nama-nama itu. Memanggil mereka 47 nama itu yang mendalami keterlibatan mereka," ucapnya.
"Dan kalau misalnya mereka-mereka memang ada yang sebagian terkait dengan aparat penegak hukum lain ya itu saat yang paling tepat," imbuhnya lagi.
Sebab itu dia berharap penetapan Febrie sebagai tersangka bisa berjalan paralel dengan pengusutan kasus MBG yang sedang berjalan.
"Tentu kasus MBG itu tidak boleh terganggu. Harus tetap jalan," tandasnya.
47 nama terkait MBG
Sebelum ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi, Febrie menyebutkan, pihaknya menemukan 47 nama yang diduga memiliki keterkaitan kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG.
Mulanya Febrie ditanya tentang progres pengembangan perkara korupsi MBG yang diusut Kejagung.
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.