5 Pencetak Gol ke Gawang Jepang di Piala Dunia 2026

5 Pencetak Gol ke Gawang Jepang di Piala Dunia 2026

ilustrasi penonton Piala Dunia (unsplash.com/Stefan Lehner)
  • Jepang tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-2 dari Brasil, mengakhiri perjalanan mereka dengan total lima kali kebobolan sejak fase grup.
  • Virgil van Dijk, Crysencio Summerville, Anthony Elanga, Casemiro, dan Gabriel Martinelli menjadi lima pemain yang sukses menjebol gawang Jepang sepanjang turnamen.
  • Meskipun gagal mencapai target lolos ke babak 16 besar, skuad Samurai Biru tetap menunjukkan semangat juang tinggi dan kemampuan bersaing melawan tim-tim kuat dunia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tim Nasional Jepang harus mengubur mimpi mereka untuk setidaknya tampil pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Mereka harus pulang lebih awal usai takluk 1-2 dari Brasil pada babak 32 besar. Kebobolan lima gol sejak laga pertama fase grup mewarnai perjuangan Samurai Biru di ajang ini. Berikut nama-nama pencetak gol tersebut.

1. Gol Virgil van Dijk dan Crysencio Summerville tercipta untuk Belanda pada laga pertama

Pertemuan dengan Belanda pada laga pertama fase grup tak berjalan mudah bagi Jepang. Setelah berhasil menahan imbang 0-0 selama babak pertama, gawang Samurai Biru kebobolan pada menit 51. Virgil van Dijk menjadi pemain pertama yang mencetak gol ke gawang Jepang.

Gol Van Dijk tercipta berkat umpan lambung Ryan Gravenberch dari sisi kanan lini serang Belanda. Tsuyoshi Watanabe awalnya terlihat menjaga Van Dijk, namun bek Jepang tersebut justru melompat ke depan dan seakan-akan didorong Van Dijk. Van Dijk lantas berada di posisi yang ideal untuk menyambut bola hingga melepaskan sundulan ke sisi kiri gawang Jepang yang tak mampu ditepis Zion Suzuki.

Setelah Jepang menyamakan kedudukan lewat Keito Nakamura pada menit 57, Belanda kembali unggul pada menit 64. Kali ini, gawang Suzuki dibobol Crysencio Summerville. Setelah menerima umpan dari Gravenberch yang melakukan pergerakan apik di luar kotak penalti, Summerville berusaha melewati pemain Jepang sebelum melepaskan sepakan terukur dari ujung kotak penalti yang meluncur deras ke sisi kanan gawang Jepang. Namun, kontribusi pemain West Ham United tersebut tak berbuah kemenangan karena Jepang menyamakan kedudukan pada menit 88.

2. Anthony Elang menyamakan kedudukan untuk Swedia pada laga ketiga

Setelah duel sengit kontra Belanda, Jepang berhasil menang telak dan clean sheet atas Tunisia pada laga kedua. Namun, hasil imbang kembali menghampiri Samurai Biru pada laga ketiga. Dalam laga melawan Swedia, tim besutan Hajime Moriyasu kebobolan oleh gol Anthony Elanga pada menit 62 setelah sempat unggul lewat sepakan Daizen Maeda 6 menit berikutnya.

Gol balasan Swedia berawal ketika Elanga menerima umpan Viktor Gyokeres di sisi kanan lini serang. Setelah melakukan pergerakan ke sisi kiri, Elanga melepaskan sepakan ke dalam kotak penalti. Alih-alih disambar rekan setimnya, bola hasil sepakan kaki kiri Elanga justru langsung masuk ke gawang. Zion Suzuki yang sejatinya berdiri di posisi ideal tak mampu menyelamatkan gawangnya dari kebobolan.

3. Gol Casemiro dan Gabriel Martinelli bersarang di gawang Zion Suzuki pada babak 32 besar

Jepang tak mampu mempertahankan keunggulan usai mengungguli Brasil 1-0 pada babak pertama babak 32 besar. Sebelas menit babak kedua berjalan, Zion Suzuki harus memungut bola dari gawangnya. Gol penyama kedudukan Brasil hadir lewat Casemiro. 

Lewat gol penyama kedudukan ini, Casemiro membuktikan kapasitasnya sebagai sosok berbahaya di pertahanan lawan. Awalnya, Gabriel melepaskan umpan dari luar kotak penalti ke sisi kiri gawang Jepang. Meski sempat berdiri di antara beberapa pemain lawan, Casemiro mampu melepaskan diri sekaligus membaca arah bola dengan sempurna hingga mampu melepaskan sundulan keras yang tak mampu ditepis Zion Suzuki.

Gabriel Martinelli lantas muncul sebagai pencetak gol kemenangan Brasil atas Jepang. Berkat umpan Bruno Guimaraes yang dengan jeli melihat posisi menguntungkan rekannya, Martinelli menyambut bola dengan kontrol apik sebelum melepaskan sepakan kaki kanan ke sisi kiri gawang. Martinelli sendiri bermain sebagai pemain pengganti sejak menit 66.

Deretan gol tersebut menjadi gambaran betapa beratnya perjalanan Jepang di Piala Dunia 2026, terutama saat menghadapi lawan-lawan dengan kualitas penyelesaian akhir yang tinggi. Meski gagal mencapai target lolos ke babak 16 besar, penampilan Samurai Biru tetap memperlihatkan semangat juang dan kemampuan bersaing di level tertinggi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.