DALAM teori hukum tata negara modern, terdapat dua logika perubahan nama sebuah daerah.
Pertama, logika peradaban (civilizational branding), yaitu perubahan yang dilakukan untuk membangun kebanggaan sejarah, identitas, dan pengaruh budaya.
Kedua, logika kebijakan (public value), yaitu perubahan dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan, kualitas hidup masyarakat, dan tata kelola.
Kedua logika tersebut tidak boleh dicampuradukan. Jika perubahan nama didasarkan pada kebanggaan historis, maka ia adalah proyek identitas.
Jika didasarkan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, maka ia harus dibuktikan melalui manfaat publik yang terukur.
Selanjutnya, perlu dipahami juga bahwa istilah provinsi tidak lahir sebagai konsep peradaban, melainkan sebagai konsep administratif dan pemerintahan.
Provinsi dalam bahasa Indonesia merupakan serapan dari bahasa Belanda provincie, yang asal-usulnya dari bahasa Latin, provincia.
Makna provinsi bukan identitas etnis, budaya, atau peradaban, melainkan satuan wilayah administrasi yang diatur oleh sebuah pemerintah.
Dalam sejarah Kekaisaran Romawi, istilah provincia digunakan untuk menyebut daerah-daerah di luar Italia yang diperintah oleh gubernur yang ditunjuk Roma.
Dari sinilah bahan diskusi dalam konteks usulan perubahan nama Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda (atau nama lain), apakah tepat menjadikan identitas peradaban sebagai nama sebuah satuan administrasi pemerintahan?
Sunda merupakan konsep yang jauh lebih luas daripada Provinsi Jawa Barat. Sunda adalah identitas budaya, bahasa, sejarah, bahkan peradaban yang jejaknya melampaui batas administratif Provinsi Jawa Barat saat ini.
Sementara itu, Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu unit pemerintahan dalam sistem negara Indonesia.
Fungsi provinsi adalah mengorganisasi pemerintahan, bukan merepresentasikan identitas peradaban.
Oleh sebab itu, apabila identitas peradaban hendak diangkat, pertanyaan berikutnya adalah apakah instrumen administratif merupakan media yang paling tepat?
Ataukah pelestarian dan penguatan peradaban lebih efektif dilakukan melalui jalur lain? Melalui pendidikan kah, kebudayaan kah, bahasa kah, dan pengembangan warisan budaya kah.
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.