SUMBAWA BARAT, KOMPAS.com — Tim gabungan masih mencari seorang penumpang KMP Belida yang diduga melompat ke laut saat kapal berlayar dari Pelabuhan Kayangan menuju Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Memasuki hari ketiga pencarian, aparat kepolisian, Basarnas, dan unsur terkait kembali melakukan penyisiran di sejumlah titik perairan sekitar Selat Alas.
Namun, proses pencarian menghadapi kendala akibat kondisi gelombang tinggi.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Tano, IPDA Rino Ansori membenarkan pencarian masih berlangsung hingga Rabu (24/6/2026).
"Benar, pencarian masih dilanjutkan hari ini, kendala cuaca gelombang yang tinggi," kata Rino.
Area Pencarian Diperluas
Rino mengatakan, keselamatan personel menjadi perhatian utama selama proses pencarian berlangsung.
Menurut dia, kondisi cuaca di lokasi operasi dapat berubah sewaktu-waktu sehingga seluruh tim diminta tetap waspada dan mengutamakan faktor keamanan.
Selain penyisiran di wilayah sekitar Selat Alas, tim juga memperluas pencarian hingga perairan Kayangan.
Petugas turut memberikan imbauan kepada nelayan yang beraktivitas di laut agar segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Rino juga meminta seluruh personel memastikan perlengkapan keselamatan sebelum melakukan pencarian serta menjalankan tugas sesuai pembagian wilayah yang telah ditentukan.
Gunakan Tiga Kapal untuk Penyisiran
Operasi pencarian dilakukan menggunakan tiga unit kapal boat milik Polsek KPL Tano, Polairud, dan Basarnas.
Tim menyisir sejumlah titik, di antaranya perairan Kertasari, sekitar Pulau Panjang, kawasan Pulau Kenawa, Pulau Nyamuk, Pulau Kalong, serta wilayah perairan sekitarnya.
Dari hasil penyisiran sementara, korban belum berhasil ditemukan.
Korban diketahui merupakan penumpang KMP Belida yang diduga melompat ke laut pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 22.25 Wita.
Saat kejadian, kapal sedang dalam perjalanan dari Pelabuhan Kayangan menuju Pelabuhan Poto Tano.
Sebelumnya, operasi pencarian sempat dihentikan sementara karena cuaca buruk, arus laut kuat, dan kondisi perairan yang tidak stabil.
Tim gabungan kemudian kembali melanjutkan pencarian dengan harapan korban segera ditemukan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang