PONOROGO, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelontorkan dana darurat sebesar Rp 5 miliar untuk memperbaiki Jembatan Plapar di Desa Caluk, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo.
Penanganan difokuskan pada penguatan oprit jembatan yang mulai mengalami penurunan agar tidak ambrol saat musim hujan.
Kepala Bidang Pemeliharaan DPU Bina Marga Jatim Agus Sutanto mengatakan perbaikan telah dimulai sekitar dua pekan lalu menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT).
"Sudah mulai dua pekan lalu perbaikan Jembatan Plapar. Dana yang dipakai sebesar Rp 5 miliar," ujarnya melalui pesan singkat Jumat (24/7/2026).
Menurut Agus, kerusakan harus segera ditangani karena penurunan oprit berpotensi semakin parah saat musim hujan.
"Kalau tidak segera ditangani, saat musim hujan opritnya sudah mulai turun. Tanah milik warga di kanan-kiri itu nanti akan runtuh semua," katanya.
Ia menargetkan pekerjaan selesai pada akhir September 2026. Selama proses perbaikan, kendaraan bertonase di atas 10 ton dilarang melintasi Jembatan Plapar.
"Akhir September kami targetkan selesai. Selama pekerjaan berlangsung kendaraan di atas 10 ton belum boleh melintas. Yang jelas ditangani dulu opritnya," ucap Agus.
Kerusakan Jembatan Plapar dipicu jebolnya cek dam milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo yang mengakibatkan aliran sungai menggerus tanah di sekitar fondasi hingga talud jembatan ambrol.
Selama perbaikan berlangsung, kendaraan bertonase besar dialihkan melalui jalur Wonogiri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang