SIGI, KOMPAS.com – Pembangunan 50 hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak gempa bumi di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi sudah dimulai.
Sebelumnya, Kabupaten Sigi menjadi salah satu wilayah terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 pada Selasa (16/6/2026) lalu.
Pembangunan huntara sudah dimulai pada Rabu (24/6/2026) kemarin dan diharapkan segera rampung sehingga bisa segera ditempati warga.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido mengatakan, pembangunan huntara merupakan langkah cepat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Kabupaten Sigi untuk menyediakan tempat tinggal sementara bagi warga yang terdampak gempa.
"Kami mengapresiasi BNPB yang bergerak sangat cepat dalam mendukung penanganan darurat bencana di Kabupaten Sigi. Terima kasih kepada BNPB, khususnya Direktur Penanganan Darurat, yang bergerak sangat cepat. Dalam waktu delapan hari setelah kejadian, pembangunan hunian sementara sudah dapat dimulai untuk masyarakat terdampak," kata Reny, Jumat (26/6/2026).
Pada tahap pertama, sebanyak 50 unit dibangun untuk menampung warga yang rumahnya rusak akibat gempa.
Berdasarkan data sementara, terdapat 21 rumah terdampak di Desa Kamarora A dan 29 rumah di Desa Kamarora B.
Reny menegaskan bahwa validitas data menjadi faktor penting agar seluruh bantuan pemerintah dapat disalurkan secara tepat sasaran.
"Pendataan harus benar-benar valid dan sesuai fakta. Dengan data yang akurat, bantuan yang diberikan pemerintah dan BNPB dapat tepat sasaran serta sesuai kebutuhan masyarakat," ucapnya.
Minta Seminggu Bisa Ditempati
Menurut Reny, pembangunan huntara merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Ia berharap pembangunan seluruh unit huntara dapat diselesaikan dalam waktu singkat sehingga warga segera memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman.
"Kita berharap dalam waktu sekitar satu minggu masyarakat sudah bisa menempati huntara yang dibangun. Yang paling penting saat ini adalah menghadirkan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat," ujarnya.
Huntara nantinya juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti sarana sanitasi dan konstruksi yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah rawan gempa.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan warga selama masa pemulihan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang