PBB Tegaskan Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz di Tengah Isu Tarif Kapal oleh Amerika Serikat

PBB Tegaskan Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz di Tengah Isu Tarif Kapal oleh Amerika Serikat

Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali menegaskan pentingnya menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz di tengah laporan bahwa Amerika Serikat akan mengenakan biaya sebesar 20 persen kepada kapal-kapal yang melintasi jalur laut strategis tersebut.

PBB Pertahankan Sikap Soal Selat Hormuz

Juru Bicara Sekretariat PBB Stephane Dujarric mengatakan posisi Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres tetap konsisten dalam mendukung kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Ia mengungkapkan, "Dia ingin melihat kebebasan navigasi di Selat Hormuz."

Dujarric menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers setelah muncul laporan mengenai rencana Amerika Serikat menerapkan biaya bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyatakan negaranya sedang "memperbarui" blokade terhadap Iran serta akan mengenakan biaya kepada kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz sebagai jaminan keselamatan.

Pernyataan tersebut muncul di tengah aksi saling serang terbaru antara Amerika Serikat dan Iran pada akhir pekan lalu.

PBB Bahas Situasi Lebanon dan Iran

Dujarric juga mengonfirmasi bahwa pejabat yang memimpin Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon, Jean Arnault, telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam kunjungan pertamanya ke Iran.

Dalam pertemuan itu, Arnault memaparkan upaya PBB untuk mengimplementasikan Resolusi 1701 serta pandangannya mengenai tantangan yang akan dihadapi.

Arnault juga meminta pandangan Iran mengenai situasi tersebut serta dukungan yang dapat diberikan negara-negara di kawasan untuk mewujudkan perdamaian, kedaulatan, dan keutuhan wilayah Lebanon.

Informasi mengenai sikap PBB tersebut disampaikan berdasarkan keterangan yang dikutip dari Anadolu.