Militer Amerika Serikat (AS) telah merampungkan rangkaian serangan terakhirnya ke Iran pada Senin (13/7) malam. Operasi militer tersebut dilakukan atas arahan langsung Presiden Donald Trump.
"Selama misi lima jam, pasukan AS berhasil menghantam target-target militer di seluruh Iran, termasuk di Bushehr, Chah Bahar, Jask, Konarak, Abu Musa, dan Bandar Abbas," ujar Komando Pusat Militer AS melalui pernyataan di X, seperti dikutip Reuters.
Secara keseluruhan, AS melancarkan serangan ke Iran selama tiga hari. Selain itu, Trump juga mengumumkan rencana memblokade pergerakan kapal-kapal menuju dan dari pelabuhan-pelabuhan Iran.
Serangan AS dibalas Iran dengan menyerang sejumlah fasilitas militer milik Washington di berbagai negara di Timur Tengah.
Iran juga menutup Selat Hormuz sejak akhir pekan lalu. Selat tersebut merupakan jalur pelayaran vital bagi distribusi minyak dan gas dunia.
Pemerintah Iran turut menegaskan bahwa pihaknya merupakan otoritas yang berwenang menentukan kebijakan di Selat Hormuz. Mereka juga mengancam tidak akan mengizinkan AS mengintervensi kebijakannya di selat tersebut.
Perang antara AS dan Iran dimulai setelah AS dan Israel menyerang Teheran pada 28 Februari lalu. Ribuan orang dilaporkan tewas akibat saling serang kedua pihak, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Perang AS-Iran turut menyebabkan kenaikan harga minyak dunia.