Pangan Turun, tapi Ongkos Hidup Warga Cirebon Justru Kian Membengkak

Pangan Turun, tapi Ongkos Hidup Warga Cirebon Justru Kian Membengkak

1. Energi dan jasa jadi mesin baru inflasi

2. Tekanan bergeser ke ongkos produksi

ilustrasi pangan dan sayuran (pexels.com/MART PRODUCTION)
ilustrasi pangan dan sayuran (pexels.com/MART PRODUCTION)

Samiran mengatakan, perubahan komposisi inflasi tersebut mengindikasikan Kota Cirebon mulai menghadapi tekanan cost-push inflation, yakni inflasi yang dipicu meningkatnya biaya produksi dan distribusi, bukan semata karena lonjakan permintaan masyarakat.

"Ketika harga bensin meningkat, dampaknya tidak berhenti pada biaya transportasi. Pelaku usaha harus mengeluarkan ongkos distribusi lebih besar, biaya logistik meningkat, sementara restoran dan usaha kuliner menghadapi kenaikan biaya operasional," ujar Samiran.

"Kondisi serupa juga dirasakan sektor perdagangan dan UMKM yang bergantung pada mobilitas barang maupun bahan baku," sambungnya.

Di sisi lain, meningkatnya biaya pendidikan dan kesehatan turut mempersempit ruang belanja rumah tangga. Pengeluaran untuk sekolah maupun layanan kesehatan merupakan kebutuhan yang sulit ditunda sehingga berpotensi mengurangi alokasi belanja masyarakat terhadap sektor lain.

Samiran menjelaskan, inflasi y-on-y terjadi karena sebagian besar kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks harga.

Kelompok makanan, minuman dan tembakau naik 2,61 persen, pakaian dan alas kaki 1,27 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,11 persen, perlengkapan rumah tangga 1,69 persen, kesehatan 4,56 persen, transportasi 4,07 persen, informasi, komunikasi dan jasa keuangan 1,18 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 2,13 persen, pendidikan 4,42 persen, penyediaan makanan dan minuman atau restoran 2,96 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,83 persen.

"Komoditas yang paling dominan menyumbang inflasi tahunan antara lain bensin, jeruk, akademi atau perguruan tinggi, Sigaret Kretek Mesin (SKM), minyak goreng, daging sapi, kangkung, pepaya, beras, bakso siap santap, Sigaret Putih Mesin (SPM), daging ayam ras, roti manis, kasur, dan wortel," tuturnya.