Muhaimin Iskandar Mengajak Calon Pekerja Migran Berangkat Secara Legal demi Perlindungan Maksimal

Muhaimin Iskandar Mengajak Calon Pekerja Migran Berangkat Secara Legal demi Perlindungan Maksimal

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengajak calon pekerja migran Indonesia (PMI) untuk berangkat ke luar negeri melalui jalur resmi, legal, dan prosedural guna memastikan perlindungan serta meningkatkan peluang sukses selama bekerja di negara tujuan.

Pemerintah Perkuat Ekosistem Penempatan Talenta Global

Pernyataan tersebut disampaikan Muhaimin Iskandar saat menghadiri Global Talent Day, Kebumen Job Fair and PMI Expo 2026 di Kebumen, Jawa Tengah.

Pemerintah saat ini sedang membangun ekosistem penempatan talenta global yang terintegrasi yang mencakup pendidikan, pelatihan keterampilan, skema pembiayaan bagi calon pekerja migran, serta penguatan sistem perlindungan bagi pekerja migran Indonesia.

Muhaimin mengungkapkan, "Pahami sistem perlindungannya sejak persiapan berangkat. Jangan sampai ketipu, sejak persiapan pelatihan, sampai pulang kembali ke tanah air dalam satu kesatuan sistem penempatan yang terlindungi dengan baik. Adik-adik yang akan bekerja ke luar negeri harus betul-betul mengerti kebutuhan pokoknya, yaitu resmi, prosedural, dengan syarat keterampilan yang memadai."

Program penyiapan talenta global tersebut mendapat dukungan penuh dari Presiden RI dan diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).

Program tersebut mencakup peningkatan kapasitas calon pekerja migran, pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja global, serta berbagai skema pembiayaan untuk memudahkan peserta mengikuti program.

Anggaran Triliunan Rupiah Disiapkan hingga 2029

Pemerintah menyiapkan anggaran yang signifikan untuk mendukung pengembangan talenta global.

Pada 2026 diperkirakan lebih dari Rp3 triliun akan terserap untuk pengembangan talenta global.

Hingga 2029, pemerintah telah menyiapkan dukungan anggaran hingga Rp30 triliun.

Muhaimin menegaskan besarnya peluang kerja di luar negeri harus diiringi dengan kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku agar pekerja migran memperoleh perlindungan secara optimal.

Ia mengingatkan masih banyak pekerja migran yang mengalami berbagai persoalan karena berangkat secara ilegal dan umumnya tidak memiliki persiapan yang memadai.

Muhaimin menegaskan, “Kita tidak ingin ada lagi pekerja migran yang berangkat tanpa melalui prosedur yang benar. Banyak korban terjadi karena berangkat secara ilegal, sehingga tidak mendapatkan perlindungan, pelayanan, maupun pendampingan yang semestinya.”