Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan dengan Duta Besar Prancis

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan dengan Duta Besar Prancis

Pantau - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, pada Jumat (26/6/2026), dengan agenda membahas penguatan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Prancis.

Sjafrie mengungkapkan informasi pertemuan tersebut melalui akun Instagram pribadinya, @sjafrie.sjamsoeddin.

"Pertemuan ini merupakan momentum dalam memperkuat kerja sama pertahanan Indonesia–Prancis," ungkap Sjafrie.

Sjafrie menyampaikan Indonesia dan Prancis telah lama menjalin hubungan yang baik di bidang pertahanan.

Salah satu bentuk kerja sama yang telah terjalin adalah pengadaan pesawat tempur Rafale yang diproduksi oleh perusahaan Prancis, Dassault Aviation.

Penguatan Kerja Sama di Berbagai Bidang

Dalam pertemuan tersebut, Sjafrie menyampaikan keinginan untuk semakin memperkuat kerja sama di berbagai bidang.

Bidang yang menjadi perhatian meliputi modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), industri pertahanan, serta pertukaran personel untuk pendidikan militer.

Sjafrie tidak merinci poin-poin kerja sama yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Ia berharap hubungan bilateral Indonesia dan Prancis terus berkembang sehingga dapat mendukung penguatan pertahanan kedua negara.

Pengadaan Rafale Terus Berjalan

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan pertahanan Indonesia dan Prancis terus menunjukkan peningkatan, terutama dalam pengadaan alutsista dan pengembangan industri pertahanan.

Salah satu kerja sama strategis yang sedang berjalan adalah pengadaan 42 pesawat tempur Rafale untuk TNI Angkatan Udara.

Sebelumnya, TNI AU telah menerima enam unit pesawat tempur Rafale beserta sistem persenjataannya.

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang kemudian menyerahkannya kepada Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Mei 2026.

Enam pesawat tempur Rafale tersebut akan ditempatkan di Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin di Pekanbaru, Riau.

Sementara itu, sebanyak 36 unit Rafale lainnya masih dalam proses produksi di fasilitas Dassault Aviation di Prancis.

Pengiriman 36 pesawat tersebut akan dilakukan secara bertahap ke Indonesia sesuai jadwal yang telah disepakati oleh kedua negara.