Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir mengatakan bahwa Amerika Serikat sangat naik jika percaya Iran akan meninggalkan program nuklirnya.
Ben Gvir bahkan mengisyaratkan bahwa Israel mungkin akan "bertindak sendiri" melawan Iran.
"AS sangat naif jika mereka berpikir Iran akan meninggalkan program nuklirnya dan membatalkannya, dan melepaskan impian mereka untuk menghancurkan Israel," kata Ben Gvir dalam sebuah wawancara.
"Adalah tanggung jawab Israel untuk menghadapi ancaman Iran ini dan bertindak sendiri melawannya," imbuhnya.
Dalam wawancara dengan Channel 7 Israel pada Selasa (23/6), Ben Gvir mengatakan tindakan Israel hanya ditentukan oleh kepentingan dalam negeri, alih-alih perintah seorang "teman", meskipun teman tersebut "benar-benar hebat".
Ben Gvir tampaknya merujuk pada Presiden AS Donald Trump yang baru-baru ini mendesak Israel menghentikan serangan ke Lebanon lewat nota kesepahaman (MoU) yang diteken bersama Iran.
"Tidak ada keadaan apa pun yang bisa memaksa Israel untuk bertindak sesuai dengan perintah seorang teman, bahkan jika teman itu benar-benar hebat," kata Ben Gvir, seperti dikutip Anadolu Agency.
Pernyataan Ben Gvir ini dilontarkan di tengah perpecahan antara AS dan Israel. AS menuntut Israel berhenti menyerang Lebanon, yang menjadi salah satu syarat kesepakatan dengan Iran di MoU.
Namun, pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ogah karena tidak dilibatkan dalam proses perundingan. Tel Aviv pun menegaskan bakal tetap mengerahkan pasukan di Lebanon selatan.
Selain soal Lebanon, MoU AS-Iran juga mencakup persetujuan Iran untuk tidak memperoleh senjata nuklir. Sejak lama, program nuklir Iran menjadi masalah buat AS dan Israel, termasuk program rudal balistik Iran.
Meski demikian, rudal-rudal Iran selamat dari persoalan.