Delegasi Amerika Serikat dan Iran akhirnya telah menyelesaikan negosiasi teknis yang digelar di Swiss, pada Selasa (23/6) waktu setempat.
Sejumlah kelompok kerja pun dibentuk untuk membahas isu-isu dalam perjanjian, termasuk soal sanksi dan nuklir.
Sementara itu Presiden AS Donald Trump menyatakan rencana pencairan aset Iran senilai US$6 miliar, seharusnya digunakan untuk membeli makanan dan produk-produk AS.
Berikut ulasannya dalam Kilas Internasional hari ini, Rabu (23/6).
Delegasi Iran menyatakan proses negosiasi teknis dengan Amerika Serikat di Swiss telah rampung pada Selasa (23/6). Kelompok-kelompok kerja negosiasi akan dibentuk untuk membahas isu-isu nuklir dan sanksi.
Negosiasi di Swiss merupakan lanjutan perundingan antara AS dan Iran secara teknis setelah kedua pihak menandatangani nota kesepahaman (MoU).
Dalam lanjutan negosiasi dengan AS, Teheran menyatakan pembentukan kelompok kerja nuklir dan sanksi sebagai bagian dari pembicaraan dengan AS.
Para negosiator "memutuskan bahwa empat kelompok kerja akan dibentuk: Pengakhiran Sanksi, Urusan Nuklir, Rekonstruksi dan Pembangunan Ekonomi, serta Pemantauan dan Implementasi," kata kantor berita pemerintah IRNA
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menggenjot kekuatan militer negaranya dan menyebut ancaman perang nuklir sudah di depan mata.
Upaya modernisasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Korea Selatan, dua musuh Korut, disebut Kim Jong Un semakin mendekatkan ancaman perang nuklir bagi dunia.
"Kamerad Kim Jong Un dalam pidato penutupnya menegaskan kembali pendirian kebijakan teguh Partai dan negara kita untuk meningkatkan kemampuan pertahanan nasional dengan lebih cepat," demikian kutipan pernyataan pemimpin tersebut dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), dikutip dari AFP.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengomentari soal rencana pengembalian aset Iran yang dibekukan.
Trump mengatakan pencairan aset Iran yang dibekukan sekitar US$6 miliar (Rp106 triliun) seharusnya dibelikan makanan dari produk-produk AS. Aset-aset tersebut kini tersimpan di Qatar.
Pencairan aset-aset Iran yang dibekukan AS merupakan salah satu dari sejumlah poin dalam kesepakatan.
"Semua uang itu akan kembali dalam bentuk pembelian makanan yang sangat mereka butuhkan. Mereka memiliki 91 juta penduduk, mereka tidak mampu memberi makan semua warganya. Jadi, uang yang kami cairkan akan diberikan kepada para petani kami," kata Trump, dikutip dari Reuters.
Trump sendiri menegaskan bahwa Iran harus mematuhi kesepakatan sesuai dengan nota kesepahaman (MoU) yang ditandatanganinya bersama Presiden Masoud Pezeshkian di Paris.
(tim)