Jakarta, IDN Times - Menteri Kehutanan (Menhut) mengatakan, tantangan utama pembiayaan iklim saat ini bukanlah minimnya ambisi atau keterbatasan modal, melainkan belum terciptanya kondisi yang kondusif agar investasi dapat mengalir dengan aman dan dalam skala besar ke berbagai solusi iklim.
Hal tersebut Raja sampaikan saat menghadiri forum 'From Fragile to Financeable – De-risking Carbon Credit Markets' yang diselenggarakan dalam rangka London Climate Action Week 2026 di London, Inggris, Rabu (24/6/2026).
“Pasar karbon memiliki potensi besar untuk menyalurkan investasi bagi pengurangan emisi, perlindungan hutan, pemulihan ekosistem, dan pembangunan berkelanjutan. Namun untuk mencapai potensi tersebut, pasar karbon harus dibangun di atas fondasi integritas, transparansi, kepastian regulasi, dan kepercayaan,” ujar Raja Juli.