Pantau - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan dukungan penuh terhadap transformasi BUMN logistik melalui pembentukan holding yang akan dipimpin PT Pos Indonesia (Persero) guna memperkuat efisiensi, meningkatkan daya saing global, serta memperlancar ekosistem logistik nasional.
Kemenhub Siap Dukung Transformasi BUMN Logistik
Pernyataan tersebut disampaikan Dudy sebagai tanggapan atas rencana pembentukan holding BUMN logistik yang pada tahap awal akan menggabungkan sejumlah perusahaan ke dalam PT Multi Terminal Indonesia (MTI) di bawah Pos Indonesia.
Dudy mengatakan, "Berkaitan dengan BUMN holding logistik, kami sebagai regulator yang berkaitan dengan transportasi tentunya akan mendukung segala upaya yang dilakukan oleh BUMN maupun Danantara."
Menurut Dudy, Kementerian Perhubungan akan mendukung setiap langkah restrukturisasi yang dijalankan Danantara sebagai bagian dari transformasi perusahaan milik negara.
Ia menegaskan Kementerian Perhubungan berperan sebagai regulator yang siap memfasilitasi berbagai kebijakan untuk mendukung kelancaran transformasi sektor logistik nasional.
Dudy mengatakan, "Jadi kita fully support apa yang menjadi agenda atau apa yang menjadi harapan dari Bapak Presiden (Prabowo Subianto) maupun dari Danantara kita akan mendukung sepenuhnya."
Ia menilai berbagai langkah bisnis seperti merger, konsolidasi, maupun strategi lainnya merupakan upaya meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat kinerja BUMN.
Dudy mengungkapkan, "Dan harapan kita BUMN tidak hanya sebagai pemain lokal tapi juga akan menjadi sebagai pemain dunia dengan dengan kondisi yang terbarunya nanti."
Tujuh BUMN Logistik Bergabung Mulai 1 Juli
Sebelumnya, Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Daud Joseph menjelaskan sebanyak tujuh perusahaan logistik BUMN akan bergabung ke dalam PT Multi Terminal Indonesia (MTI) mulai 1 Juli 2026 sebagai tahap awal pembentukan holding logistik.
Ketujuh perusahaan tersebut meliputi PT Multi Terminal Indonesia (MTI), PT Prima Indonesia Logistik (PIL), PT Pos Logistik Indonesia (Poslog), PT Sarana Bandar Logistik (SBL), PT KBN Prima Logistik (KPL), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), dan PT Krakatau Jasa Logistik (KJL).
Pada tahap awal, komposisi kepemilikan saham terdiri atas Pelindo sebesar 73 persen, Pos Indonesia 9 persen, serta lima perusahaan lainnya sebesar 17 persen.
Daud mengatakan, "Nah ini adalah tujuh perusahaan yang di awal Juli nanti, 1 Juli, akan bergabung dalam satu perusahaan yang namanya adalah PT MTI atau Multi Terminal Indonesia."
Holding Akan Diperluas Menjadi Sembilan Perusahaan
Pada fase berikutnya, holding logistik akan diperluas dengan bergabungnya PT Semen Indonesia Logistik (Silog) dan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog).
Seluruh saham perusahaan yang tergabung direncanakan berada di bawah Pos Indonesia pada 2027 sebagai bagian dari penyelesaian proses konsolidasi.
Daud mengatakan, “Nantinya, berarti sudah ada sembilan BUMN logistik yang bergabung di bawah perusahaan Pos Indonesia.”