Pantau - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menilai mekanisme Pemilihan Toko Terbuka (PTT) atau Tender Rakyat memperkuat transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah.
Mekanisme Tender Rakyat Dinilai Lebih Transparan
Tito Karnavian menyampaikan apresiasi terhadap mekanisme PTT karena memungkinkan pemilik toko menampilkan jenis dan harga bahan bangunan secara terbuka kepada masyarakat.
Ia mengatakan, "Saya sudah sering ikut sama beliau (Menteri PKP). Ini salah satu program yang bagus sekali, karena ada tender rakyat ini, uangnya semuanya serba terbuka. Semua transparan ya."
Pernyataan tersebut disampaikan saat Mendagri melakukan inspeksi pelaksanaan program BSPS bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait di Desa Cilampeni, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/7).
Mendagri juga berdialog langsung dengan pemilik toko bangunan untuk memverifikasi jenis material dan harga yang ditawarkan kepada masyarakat.
Ia mengungkapkan, "Artinya siapa yang paling murah itu akan menang. Dan kemudian sisa uangnya dikembalikan lagi kepada rakyat. Silakan berembuk buat apa."
Pemerintah Dorong Kemudahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Tito mengatakan pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto terus memberikan kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memperoleh hunian layak melalui pembebasan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Ia mengatakan, "Sekarang untuk khusus masyarakat berpenghasilan rendah, turunkan, dinolkan. Nah, definisi masyarakat berpenghasilan rendah pun, oleh Pak Menteri PKP, sudah agak diperluas."
Mendagri berharap berbagai kebijakan tersebut mampu mendorong pertumbuhan sektor perumahan sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi di daerah.
Ia menambahkan, "Dengan adanya rumahnya, tadinya tanahnya kosong, hanya dapat pajak bumi saja. Tapi kalau ada rumahnya, tahun depannya pajak bumi dan bangunan. Jadi PAD akan bertambah."