- Meisya Amira dan Dimas Aditya membintangi film Juminten Edan yang menggabungkan genre horor, aksi, dan drama keluarga.
- Alur cerita mengisahkan perjuangan Juminten melindungi keluarganya dengan cara mengerikan setelah mengalami kerasukan akibat gangguan lingkungan sekitar.
- Film garapan ini dijadwalkan akan tayang secara serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai tanggal 23 Juli 2026.
Suara.com - Perfilman horor Tanah Air kembali diramaikan dengan kehadiran film Juminten Edan. Bukan hanya horor, film ini juga menawarkan action yang dibilang edan.
Film Juminten Edan mempertemukan Meisya Amira dengan Dimas Aditya. Keduanya menjadi pasangan suami istri, Juminten dan Manto yang berjuang untuk cinta.
"Juminten ini punya keterbatasan. Dia tidak bisa bicara dan juga sedikit tidak bisa mendengar," kata Meisya Amira saat bercerita di kantor Suara.com di kawasan Pal Merah, Jakarta Barat pada Selasa, 23 Juni 2026.
Karena keterbatasan inilah, cinta Juminten dan Manto terhalang restu orangtua. Meski begitu, keduanya tetap melanjutkan perjuangan hingga menikah dan memiliki anak, Saskia (Sharon Jovian).
Sekilas, saat orang-orang menyimak sinopsis, film Juminten Edan jauh dari kesan horor, apalagi action. Mereka akan menyimpulkan cerita dalam film ini berpusat pada drama keluarga.
Tapi jika ditengok dari sisi trailer, film ini akan memperlihatkan sisi "gila" dari sosok Juminten.
"Ada kerasukan, itu dipicu dari bayang-bayang yang muncul di kepala. Sampai akhirnya dia bisa mencelakai warga yang mengganggu keluarganya," ujar Meisya Amira.
Dalam trailer, Meisya Amira membunuh warga dengan bengis. Menghujam senjata tajam ke leher hingga menghabisi nyawa dengan tangan sendiri.
"Ini bisa dibilang, horor action thriller ya," imbuh Meisya Amira.
Dimas Aditya menggambarkan alur film ini seperti wahana permainan yang memacu adrenalin penonton.
Cerita yang dimulai dengan drama keluarga yang hangat perlahan akan berubah menjadi teror yang mencekam, sebelum akhirnya meledak dalam adegan aksi.
"Penonton tuh kalau nonton nih kayak dibawa kayak roller coaster gitu melihatnya, sampai yang ending-nya tuh full action kan," tutur Dimas Aditya.
Dimas Aditya juga memberikan pandangannya mengenai gaya penceritaan film Juminten Edan.
Menurutnya, film ini membawa kembali nuansa horor klasik era slasher yang pernah berjaya di masa lalu, di mana ketakutan dibangun melalui aksi nyata dan atmosfer yang kuat.
"Juminten Edan ini mengingatkan aku lagi sama waktu era-era waktu kita bikin horor klasik yang slasher," ucap sang aktor.
Penasaran seperti apa filmnya? Saksikan Juminten Edan mulai 23 Juli 2026 di bioskop.