Mati Listrik Saat Cas Mobil Listrik, Bikin Baterai Rusak?

Mati Listrik Saat Cas Mobil Listrik, Bikin Baterai Rusak?

JAKARTA, KOMPAS.com — Isu pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia belakangan ini tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga memicu kekhawatiran baru bagi para pemilik kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Banyak konsumen cemas, aliran listrik yang terputus tiba-tiba saat mobil sedang dalam proses pengisian daya (charging) dapat merusak atau mempercepat penuaan komponen paling krusial, yakni baterai.

Menanggapi fenomena tersebut, MG Motor Indonesia angkat bicara untuk meluruskan kekhawatiran konsumen. Pasalnya, teknologi pada mobil listrik modern sejatinya sudah mengantisipasi lonjakan maupun pemutusan arus listrik secara mendadak.

MG S5 EV.

Faktor Penentu Umur Baterai

Head of Marketing MG Motor Indonesia, Harry Kurniawan, mengatakan, umur baterai kendaraan listrik secara umum dipengaruhi oleh beberapa faktor.

"Seperti siklus pengisian dan penggunaan, suhu operasional, serta pola penggunaan kendaraan sehari-hari," ujar Harry, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Artinya, kesehatan baterai (State of Health/SoH) lebih banyak ditentukan oleh kebiasaan berkendara, bagaimana cara pemilik mengisi daya dalam jangka panjang, serta paparan suhu ekstrem, bukan karena insiden mati lampu yang sesekali terjadi.

Haris Skuarino, salah seorang pemilik MG ZS EV
Haris Skuarino, salah seorang pemilik MG ZS EV

Menepis Kekhawatiran akibat Mati Listrik

Bagi para pemilik EV yang sempat panik karena listrik rumah atau SPKLU tiba-tiba padam saat mobil sedang dicolok, Harry memastikan bahwa kejadian tersebut tidak akan langsung merusak sistem penyimpanan daya mobil.

"Pemadaman listrik yang terjadi saat proses charging tidak secara langsung mempercepat degradasi baterai," kata Harry.

MG Cyberster

Harry menambahkan, setiap lini kendaraan listrik, khususnya racikan MG, telah dibekali dengan proteksi elektronik yang berlapis guna menghadapi ketidakstabilan arus eksternal.

"Sistem Battery Management System (BMS) pada kendaraan listrik MG dirancang untuk menjaga kondisi baterai dan mengatur arus listrik tetap optimal, termasuk saat terjadi gangguan pada pasokan listrik," ujarnya.

Mobil listrik MG 4 EV
Mobil listrik MG 4 EV

Bagaimana BMS Bekerja Saat Listrik Padam?

Ketika aliran listrik dari adaptor atau charger terputus secara mendadak akibat pemadaman dari hulu, BMS akan langsung memutus sirkuit pengisian secara aman dalam hitungan milidetik.

Sistem ini mencegah terjadinya arus balik (reverse current) atau lonjakan daya (surge) saat listrik kembali menyala, yang berpotensi merusak sel baterai.

Meskipun sistem BMS pada mobil listrik saat ini sudah sangat pintar, para ahli tetap menyarankan pemilik kendaraan untuk menggunakan perangkat pengisian daya yang orisinal dan memastikan instalasi listrik di rumah memiliki sistem pembumian (grounding) yang baik demi keamanan ekstra.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat

Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app

Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat

Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app

Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat

Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app

Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat

Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app