KOMPAS.com - Gabriel Martinelli menjadi pahlawan kemenangan timnas Brasil setelah mencetak gol dramatis yang memastikan Selecao menyingkirkan Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Dalam laga yang berlangsung di Stadion Houston, Texas, Amerika Serikat, Selasa (30/6/2026) WIB, Jepang sempat unggul lebih dulu melalui Kaishu Sano pada menit ke-29.
Timnas Brasil bangkit lewat gol Casemiro pada menit ke-56 sebelum Martinelli mencetak gol kemenangan pada menit ke-90+5 untuk mengunci skor 2-1 sekaligus membawa Brasil melaju ke babak 16 besar.
Usai pertandingan, penyerang Arsenal itu mengaku kesulitan mengungkapkan kebahagiaannya setelah menjadi penentu kemenangan timnya.
Martinelli: Sulit Mengungkapkan Kebahagiaan
Martinelli masuk sebagai pemain pengganti ketika skor masih imbang 1-1. Keputusan Carlo Ancelotti memasukkannya terbukti menjadi pembeda setelah ia mencetak gol kemenangan pada penghujung laga.
"Saya bahkan tidak punya kata-kata untuk menggambarkan kebahagiaan di hati saya melihat rakyat Brasil bahagia dengan kelolosan ini," ujar Martinelli kepada Caze TV.
"Keluarga saya, istri, orangtua, teman-teman saya... Saya benar-benar tidak bisa menjelaskan apa yang saya rasakan saat ini."
Martinelli mengaku momen tersebut kemungkinan baru benar-benar ia sadari beberapa waktu ke depan.
"Melawan Skotlandia saya sempat mengenai tiang gawang. Saya tahu akan mendapat kesempatan lagi dan syukurlah saya bisa mencetak gol kemenangan."
"Saya sangat senang dengan penampilan seluruh tim yang sudah memberikan segalanya."
Bermain di Posisi Baru, Martinelli Siap Membantu
Selain menjadi penentu kemenangan, Martinelli juga mengakhiri pertandingan dengan cedera ringan setelah mata kirinya mengalami pendarahan akibat benturan.
"Saya mencoba melakukan blok untuk Gabi (Magalhaes) dan saya rasa bek lawan menyikut saya. Namun, semuanya sepadan," katanya.
Pada laga ini Martinelli dimainkan sebagai penyerang tengah, berbeda dengan posisi alaminya sebagai pemain sayap kiri di Arsenal.
"Di Arsenal saya memang tidak bermain di posisi itu, tetapi saya bisa melakukannya. Pelatih terus berbicara kepada saya mengenai bagaimana bermain sebagai penyerang tengah."
"Saya senang bisa membantu tim, apa pun posisi yang diberikan. Di lapangan saya akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk Brasil."