Macet Parah di Tendean dan Mampang Jaksel Imbas JPO Dibongkar, Ojol Matikan Aplikasi

Macet Parah di Tendean dan Mampang Jaksel Imbas JPO Dibongkar, Ojol Matikan Aplikasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pengemudi ojek online di kawasan Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, memutuskan untuk mematikan aplikasi karena kemacetan arus lalu lintas imbas pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di lokasi tersebut pada Selasa (14/7/2026).

Salah satunya adalah Risad (27) seorang driver yang baru saja mengantar penumpang dari kawasan Dewi Sartika, Jakarta Timur, ke Gedung Trans Media di Jalan Kapten Tendean.

Risad mengaku tak kuat dengan panas dan macetnya jalanan, sehingga memutuskan menepi dan beristirahat sejenak.

"Capek banget, macetnya parah banget ini. Mau ke mana-mana juga macet banget sampai dalam, panas juga," kata Risad saat berbincang dengan Kompas.com di bawah flyover Tendean.

Risad menyebut sudah keluar mencari penumpang sejak pukul 09.00 WIB pagi, sehingga ia sudah bisa beristirahat sambil menunggu kemacetan berkurang.

Saat ditemui, ia tengah duduk di atas motornya di area putaran balik Jalan Kapten Tendean sambil menonton kemacetan.

"Nontonin aja udah daripada ikut-ikutan. Seru banyak yang pada marah-marah, sama banyak yang nanya juga," ucapnya.

Risad mengaku setelah menurunkan penumpang, ia sempat mendapat pesanan untuk mengantar ke kawasan Blok M.

Namun, ia sengaja membatalkan pesanan tersebut karena merasa tak sanggup mengambil rute memutar melalui Kemang sambil melewati kemacetan.

Pasalnya, kata dia, kemacetan ini sudah terjadi sejak pagi hari, sehingga jalan-jalan kecil alternatif pun juga sudah ikut terkena macet.

"Kalau masuk jalan-jalan kecil lewat dalam juga sama aja, pasti macet juga kalau kayak gini mah, jauh banget muternya," kata dia.

"Karena kalau Tendean ditutup, berarti pilihannya muter lewat Kemang sana atau masuk kanan ke Gatsu, tapi jauh banget muternya," sambung dia.

Senada, Bagja, pengemudi ojol lainnya juga memutuskan memarkir kendaraannya di bawah flyover bersama motor milik Dishub dan polisi.

Sambil beristirahat, ia tampak berkali-kali memberikan arahan kepada para pengendara yang bingung karena penutupan jalan.

"Nyantai dulu aja sambil ngerokok. Sambil ngasih tahu orang-orang juga, kasihan pada enggak tahu jalan. Soalnya ini kan jalan gede, pada susah nyari alternatifnya," ujar Bagja.

Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.