Diduga Alami Bullying, Siswa MAN di Padang Nekat Rakit dan Ledakkan Bom di Sekolah, Polisi Lakukan Pembinaan

Diduga Alami Bullying, Siswa MAN di Padang Nekat Rakit dan Ledakkan Bom di Sekolah, Polisi Lakukan Pembinaan

PADANG, KOMPAS.com – Seorang siswa kelas 12 (kelas 3 SMA/sederajat) di Kota Padang, Sumatera Barat, nekat meledakkan bom rakitan di lingkungan sekolahnya.

Aksi tersebut diduga dipicu oleh rasa sakit hati karena pelaku kerap menjadi korban perundungan (bullying) oleh teman sekelasnya.

Kapolresta Padang Kombes Pol Apri mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada saat jam istirahat sekolah sekitar pukul 10.15 WIB.

Pelaku yang juga merupakan korban perundungan berniat melampiaskan emosinya kepada salah satu teman sekelas yang diduga menjadi pelaku perundungan.

"Anak ini merupakan korban bullying dari temannya. Ia ingin melampiaskan emosinya kepada temannya itu dengan cara seperti itu (meledakkan bom)," ujar Apri saat memberikan keterangan kepada awak media.

Kronologi Kejadian

Aksi tersebut dilakukan saat suasana kelas sedang lowong karena memasuki jam istirahat.

Pelaku meletakkan bom rakitan tersebut di sebuah meja yang berada di depan ruang kelas.

Bom rakitan itu kemudian dipicu secara manual menggunakan korek api gas (mecis) yang disambungkan ke sumbu, bukan menggunakan kendali jarak jauh atau ponsel.

"Jadi, di depan kelas ada meja, dimasukkan bom rakitan ini, terus diledakkan dengan korek api melalui sumbu. Ternyata tidak meledak besar, hanya skala kecil (low explosive) dan mengeluarkan asap," jelas Apri.

Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut.

Rakit Sendiri

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, remaja laki-laki tersebut merakit sendiri bom tersebut di rumahnya.

Ia mengumpulkan bahan-bahan peledak secara mandiri setelah mempelajari tutorial melalui internet.

"Ia membuat sendiri, mengumpulkan bahan sendiri setelah melihat dari browsing internet dan menonton tayangan YouTube," tutur pihak kepolisian mendampingi Kapolresta.

Dari tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti tiga bom rakitan.

Pelaku Diamankan untuk Pembinaan

Saat ini, siswa kelas 12 tersebut telah diamankan oleh jajaran Polresta Padang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Mengingat status pelaku yang juga merupakan korban perundungan, polisi akan mengambil langkah persuasif dan pembinaan.

"Pelaku sudah kami amankan dan dilakukan pemeriksaan. Ke depannya, kami akan lakukan pembinaan terhadap anak ini sehingga tidak mengulangi perbuatannya lagi," kata Apri.

Pihak kepolisian juga menekankan pentingnya pendampingan psikologis agar anak tersebut tidak mendapatkan paparan informasi atau trauma yang lebih parah, mengingat latar belakang tindakan nekatnya berakar dari masalah perundungan di lingkungan sekolah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang