Kritik Tajam Pelatih Meksiko Carlos Queiroz soal Format Piala Dunia 2026 48 Tim

Kritik Tajam Pelatih Meksiko Carlos Queiroz soal Format Piala Dunia 2026 48 Tim

KOMPAS.com - Pelatih Timnas Ghana Carlos Queiroz melontarkan kritik keras terhadap format baru Piala Dunia 2026 yang kini diikuti oleh 48 kontestan.

Menurut sosok yang kini menukangi Timnas Ghana tersebut, kebijakan ekspansi ini telah mengikis esensi eksklusivitas turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.

Ia menilai perubahan sistem ini membuat kompetisi kehilangan nilai prestisiusnya dan berubah menjadi tontonan yang tidak lagi istimewa.

Langkah Timnas Ghana menembus babak 32 besar tidak membuat Carlos Queiroz bungkam terkait kritik pribadinya terhadap FIFA dan presidennya, Gianni Infantino.

Bagi pria berusia 73 tahun tersebut, kemudahan akses yang ditawarkan oleh format baru ini justru merendahkan standar kompetisi, baik dalam babak kualifikasi maupun putaran final itu sendiri.

Pandangan Kritis soal Eksklusivitas

Dalam pandangan Carlos Queiroz, daya tarik utama dari sebuah turnamen besar terletak pada kelangkaan pesertanya.

Ia merasa bahwa dengan bertambahnya jumlah tim yang berlaga, turnamen ini menjadi jauh dari kesan spesial.

Saat berbicara kepada awak media seusai laga melawan Kroasia, Queiroz mengungkapkan keresahannya.

"Saya percaya bahwa nilai muncul ketika sesuatu itu langka," jelas Carlos Queiroz dikutip dari The Athletic, Senin (29/6/2026).

"Jumlah tim yang bisa lolos ke kompetisi ini bisa membuatnya menjadi sesuatu yang biasa dan murahan."

"Ketika begitu banyak tim yang bisa lolos, apakah nilainya masih langka? Itu tampaknya bisa diperdebatkan bagi saya, tetapi itu hanya pendapat saya."

Ia juga menyoroti kualifikasi di zona Amerika Selatan dan Eropa yang kini dinilai kehilangan gregetnya karena terlalu banyak tiket tersedia bagi negara-negara anggotanya.

Para pemain Ghana berbaris saat lagu kebangsaan dinyanyikan sebelum pertandingan Grup L antara Inggris dan Ghana di Piala Dunia 2026 di Stadion Boston di Boston, Amerika Serikat, 23 Juni 2026.
Para pemain Ghana berbaris saat lagu kebangsaan dinyanyikan sebelum pertandingan Grup L antara Inggris dan Ghana di Piala Dunia 2026 di Stadion Boston di Boston, Amerika Serikat, 23 Juni 2026.

Menurutnya, kualifikasi seharusnya menjadi fase yang sangat kompetitif, bukan sekadar prosedur formalitas.

Fenomena "Moneyball" dalam Sepak Bola

Lebih lanjut, pelatih yang pernah menangani banyak tim nasional di berbagai benua ini menuding bahwa motivasi finansial kini lebih dominan dibandingkan nilai-nilai olahraga murni.

Ia dengan tegas menyebut era modern sepak bola kini telah bergeser ke arah komersialisasi yang berlebihan.

"Piala Dunia seharusnya menjadi sesuatu yang bermakna dan penting. Seharusnya itu sesuatu yang langka," tegas Queiroz.

"Tapi, seperti yang Anda ketahui, saat ini uanglah yang berbicara dalam permainan ini. Dulu kita membicarakan sepak bola, sekarang kita membicarakan moneyball," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Para pemain Ghana berbaris saat lagu kebangsaan dinyanyikan sebelum pertandingan Grup L antara Inggris dan Ghana di Piala Dunia 2026 di Stadion Boston di Boston, Amerika Serikat, 23 Juni 2026.
Para pemain Ghana berbaris saat lagu kebangsaan dinyanyikan sebelum pertandingan Grup L antara Inggris dan Ghana di Piala Dunia 2026 di Stadion Boston di Boston, Amerika Serikat, 23 Juni 2026.(Xinhua/Huang Zongzhi)