- Uruguay kembali gagal lolos dari fase grup Piala Dunia 2026 setelah hanya meraih dua poin di Grup H bersama Spanyol, Cape Verde, dan Arab Saudi.
- Kegagalan ini menjadi yang kelima sepanjang sejarah partisipasi Uruguay di Piala Dunia, setelah sebelumnya tersingkir pada edisi 1962, 1974, 2002, dan 2022.
- Dua kegagalan beruntun pada 2022 dan 2026 menandakan penurunan performa La Celeste meski format turnamen kini memberi peluang lewat peringkat ketiga terbaik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tim Nasional Uruguay gagal melewati fase grup Piala Dunia 2026. Tergabung dengan Spanyol, Cape Verde, dan Arab Saudi, mereka hanya finis di peringkat ketiga. La Celeste juga tak menjadi salah satu peringkat ketiga terbaik dengan hanya meraih dua poin. Ini menjadi kelima kalinya bagi mereka tak mampu lolos dari fase grup Piala Dunia sejak pertama kali berpartisipasi pada 1930, ketika mereka meraih gelar juara.
1. Timnas Uruguay finis di peringkat ketiga fase grup pada 1962
Timnas Uruguay gagal mengunci satu tempat pada perempat final Piala Dunia 1962 karena hanya finis di peringkat ketiga grup 1. Mereka tak mampu mengungguli Uni Soviet yang finis sebagai juara grup dan Yugoslavia yang juga lolos sebagai runner-up. Dalam 3 laga, Uruguay meraih 1 kemenangan dan 2 kekalahan.
Satu-satunya kemenangan tersebut didapat ketika bertemu Kolombia pada laga pertama. Setelah tertinggal lebih dahulu, mereka membalikkan keadaan lewat aksi Jose Sasia dan Luis Cubilla. Namun, mereka takluk 1-3 dari Yugoslavia pada laga berikutnya dan mengakui keunggulan Uni Soviet 1-2 pada laga ketiga.
2. Timnas Uruguay finis sebagai juru kunci grup 3 pada 1974
Timnas Uruguay memulai kiprah mereka pada fase grup Piala Dunia 1974 dengan kekalahan 0-2 dari Belanda. Skuad besutan Roberto Porta baru meraih poin pada laga kedua. Mereka menutup duel dengan Bulgaria di Heinz von Heiden Arena dengan skor imbang meski sempat tertinggal lebih dahulu.
Namun, Uruguay tak mampu berbuat banyak ketika bertemu Swedia pada laga ketiga. Luis Cubilla dan kolega gagal memecah kebuntuan sepanjang laga dan kebobolan tiga gol. Dengan 1 kemenangan dan 2 kekalahan, Uruguay finis di peringkat terbawah grup 3.
3. Timnas Uruguay kalah unggul dari Denmark dan Senegal pada fase grup edisi 2002
Duel kontra Denmark pada laga pertama fase grup Piala Dunia 2002 berakhir tak memuaskan bagi Timnas Uruguay. Skuad besutan Victor Pua gagal meraih poin dengan skor akhir 1-2. Ambisi Uruguay untuk lolos ke fase gugur tetap hidup usai menahan imbang sang juara bertahan Prancis tanpa gol pada laga kedua.
Dengan 1 keimbangan dan 1 kekalahan, pertandingan melawan Senegal pada laga ketiga menjadi penentu nasib Uruguay. Meski sempat tertinggal 0-3, Uruguay berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Sayangnya, torehan 2 poin dari 3 laga hanya membuat Uruguay finis di peringkat ketiga, terpaut 3 dengan Senegal di peringkat kedua dan 5 poin dengan Denmark sebagai juara grup. Sementara itu, Prancis yang menyandang status sebagai juara bertahan hanya mendapat satu poin.
4. Timnas Uruguay gagal secara dramatis pada 2022
Timnas Uruguay telah menemui kesulitan pada laga pertama fase grup Piala Dunia 2022. Bersua Korea Selatan, mereka harus puas berbagi poin dengan skor akhir 0-0. Pada laga kedua, pasukan Diego Alonso tak meraih poin dengan kalah 0-2 dari Portugal. Dua gol tersebut dicetak Bruno Fernandes.
Kemenangan baru menghampiri Uruguay pada laga ketiga. Mereka menumbangkan Ghana dengan skor 2-0. Sayangnya, hasil positif itu tak cukup untuk membawa Uruguay lolos dari fase grup. Meski sama-sama mengoleksi empat poin dengan Korea Selatan, wakil Asia tersebut lebih layak finis sebagai runner-up karena unggul produktivitas gol. Sementara itu, Uruguay menempati peringkat ketiga grup H dengan mencetak 2 gol dan kebobolan 2 gol.
5. Timnas Uruguay tak mampu lolos lewat peringkat ketiga terbaik pada 2026
Timnas Uruguay membuka kiprah mereka di Piala Dunia 2026 dengan hanya meraih hasil imbang kontra Arab Saudi pada laga pertama fase grup. Peluang untuk meraih kemenangan terbuka ketika bertemu Cape Verde yang menyandang status sebagai debutan pada laga kedua. Sayangnya, kesempatan itu tak mampu dimaksimalkan dengan skor imbang 2-2 menjadi penutup melawan perwakilan Afrika tersebut.
Pada laga terakhir, Uruguay menjalani duel sengit kontra Spanyol. Sayangnya, kali ini mereka justru kalah dengan skor tipis 0-1. Dengan hanya mengumpulkan dua poin, Uruguay menempati peringkat ketiga grup H. Torehan itu juga membuat mereka menjadi peringkat ketiga terburuk dan tak lolos ke fase gugur.
Kegagalan melewati fase grup dalam dua edisi beruntun (2022 dan 2026) menegaskan penurunan kualitas Timnas Uruguay. Dengan peluang yang semakin terbuka lantaran memakai skema peringkat ketiga terbaik, mereka justru gagal pada 2026 ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa La Celeste masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk kembali bersaing di level tertinggi.
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.