Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai Rumah Sastra Ahmad Tohari di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, memiliki peran strategis sebagai pusat literasi yang menjaga warisan intelektual sekaligus menjadi ruang pembelajaran dan inspirasi bagi masyarakat.
Fadli Zon Sebut Rumah Sastra Menjadi Kantong Budaya
Fadli Zon mengatakan perpustakaan dan rumah baca tersebut setiap hari dikunjungi pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang memanfaatkan koleksi serta berbagai kegiatan literasi yang diselenggarakan.
Ia mengungkapkan, “Setiap hari, perpustakaan dan rumah baca tersebut dikunjungi pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang memanfaatkan koleksi dan berbagai aktivitas literasi yang diselenggarakan.”
Peresmian penataan dan pembenahan Rumah Sastra Ahmad Tohari menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Kementerian Kebudayaan dalam mendukung inisiatif pemajuan kebudayaan yang lahir dari komunitas.
Fadli Zon juga mengatakan, “Rumah baca perpustakaan Ahmad Tohari ini bisa menjadi perpustakaan yang hidup, bisa menjadi kantong budaya dan kegiatan-kegiatan kebudayaan yang terus berkesinambungan.”
Ia menegaskan pemerintah tetap berkomitmen menghadirkan program yang berdampak nyata bagi pemajuan kebudayaan, termasuk revitalisasi aset budaya meski tengah melakukan efisiensi anggaran.
Ahmad Tohari Sambut Revitalisasi dan Penguatan Literasi
Ahmad Tohari menyambut baik revitalisasi Rumah Sastra dan perpustakaannya yang selama ini menjadi tempat berlangsungnya berbagai diskusi lintas generasi serta aktivitas literasi.
Sastrawan tersebut dikenal melalui berbagai karya, termasuk novel Ronggeng Dukuh Paruk yang mengangkat kehidupan masyarakat Banyumas beserta nilai kemanusiaan, tradisi lokal, dan kekhasan bahasa Banyumasan, serta telah diadaptasi menjadi film Sang Penari.
Menurut Fadli Zon, sastra merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya yang berperan merekam sejarah, membangun karakter bangsa, dan memperkuat diplomasi budaya Indonesia.
Pemerintah juga menghadirkan sejumlah program strategis di bidang sastra, seperti Laboratorium Penerjemah dan Promotor Sastra, Penerjemahan Karya Sastra, Penguatan Komunitas dan Festival Sastra, Manajemen Talenta Nasional Bidang Sastra, serta Pengembangan Sastra Berbasis Intellectual Property (IP).