4 Kriteria Aset yang Bisa Dijadikan Agunan untuk Pinjaman Bank

4 Kriteria Aset yang Bisa Dijadikan Agunan untuk Pinjaman Bank

ilustrasi pinjaman uang (pexels.com/MART PRODUCTION)
  • Pinjaman beragunan menawarkan plafon dan tenor lebih besar, tetapi bank hanya menerima aset yang memenuhi kriteria kelayakan sebelum permohonan kredit diproses.
  • Aset harus memiliki bukti kepemilikan sah, lengkap, bebas sengketa, serta nilai ekonomi yang jelas dan dapat dinilai secara objektif oleh bank atau penilai independen.
  • Kondisi fisik aset perlu layak dan terawat, serta status legalnya memungkinkan pengalihan sesuai hukum bila terjadi gagal bayar setelah prosedur penyelesaian ditempuh.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mengajukan pinjaman bank dengan agunan masih menjadi pilihan banyak masyarakat yang memerlukan dana dalam jumlah yang cukup besar. Dibandingkan pinjaman tanpa agunan, jenis pinjaman ini memang menawarkan plafon yang jauh lebih tinggi dan tenor yang lebih panjang karena adanya aset yang bisa dijadikan sebagai jaminan.

Tidak semua aset bisa diterima sebagai agunan oleh bank, sehingga nasabah juga harus memahami kriteria dan persyaratan yang berlaku. Lembaga perbankan biasanya memiliki sejumlah kriteria tersendiri untuk menilai kelayakan dari suatu aset yang akan dijadikan sebagai jaminan sebelum mengajukan permohonan kredit.

1. Memiliki bukti kepemilikan yang sah dan lengkap

ilustrasi berkas
ilustrasi berkas (unsplash.com/Anastassia Anufrieva)

Salah satu syarat utama agar suatu aset bisa dijadikan agunan adalah memiliki dokumen kepemilikan yang sah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Sebagai contoh, rumah dan tanah harus dilengkapi dengan sertifikat yang jelas, sedangkan kendaraan bermotor pada umumnya memerlukan dokumen seperti BPKB yang masih berlaku.

Selain keaslian dokumen bank juga akan memastikan bahwa tidak terdapat sengketa atau permasalahan hukum yang berkaitan dengan aset tersebut. Proses verifikasi ini merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko apabila di kemudian hari sampai terjadi masalah dalam proses pelunasan pinjaman.

2. Memiliki nilai ekonomi yang jelas dan mudah dinilai

ilustrasi emas
ilustrasi emas (unsplash.com/Zlaťáky.cz)

Bank pada umumnya hanya akan menerima aset yang memiliki nilai ekonomi dan bisa dilakukan penilaian secara objektif. Penilaian tersebut biasanya akan dilakukan oleh pihak internal bank atau penilaian independen untuk mengetahui nilai pasar dan nilai likuiditas dari aset yang nantinya akan dijadikan sebagai agunan.

Aset yang memiliki nilai stabil dan mudah dipasarkan biasanya akan lebih disukai karena memiliki risiko yang jauh lebih rendah. Sebaliknya, aset yang sulit ditentukan nilainya atau memiliki pasar yang terbatas mungkin tidak memenuhi persyaratan sebagai agunan.

3. Kondisi fisik aset masih baik dan layak

ilustrasi emas perhiasan
ilustrasi emas perhiasan (unsplash.com/Vaibhav Nagare)

Selain dokumen dan nilai ekonomi kondisi fisik aset juga menjadi salah satu aspek yang tidak kalah penting dalam proses penilaian. Rumah yang terawat, kendaraan yang masih berfungsi dengan baik, atau tanah yang memiliki kondisi sesuai dengan dokumen kepemilikan biasanya memiliki peluang yang lebih besar untuk diterima sebagai agunan.

Jika aset mengalami kerusakan berat atau penurunan kualitas yang cukup signifikan, maka hal ini akan mempengaruhi keputusan dalam pemberian kredit. Sebaiknya jagalah kondisi aset sebelum mengajukan pinjaman agar bisa menjadi langkah yang bijaksana.

4. Mudah dialihkan sesuai ketentuan hukum apabila diperlukan

ilustrasi rumah
ilustrasi rumah (unsplash.com/Frames For Your Heart)

Kriteria lain yang bisa menjadi pertimbangan bank adalah kemudahan aset untuk dialihkan atau diproses sesuai dengan ketentuan hukum jika sampai terjadi wanprestasi atau gagal bayar setelah prosedur penyelesaian ditempuh. Hal ini sebetulnya bukan berarti bank menginginkan aset nasabah, namun merupakan bagian dari manajemen risiko dalam proses penyaluran kredit.

Sebaliknya, aset yang masih bermasalah dan status kepemilikannya belum jelas, maka akan diperlukan pemeriksaan lebih lanjut dan bisa jadi tidak memenuhi persyaratan. Calon nasabah sebaiknya dapat memastikan bahwa seluruh aspek legalitas asetnya sudah terpenuhi sebelum mengajukan pinjaman agar memperlancar proses pengajuan.

Memahami kriteria aset yang bisa dijadikan agunan sebetulnya merupakan langkah penting sebelum mengajukan pinjaman ke bank. Beberapa hal di atas sebetulnya bisa menjadi faktor utama yang patut dipertimbangkan dalam proses penilaian. Dengan mempersiapkan aset sesuai dengan persyaratan, maka peluang pengajuan kredit pun akan semakin lancar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.