JAKARTA, KOMPAS.com - Pacu jalur merupakan salah satu budaya Indonesia yang mendunia, tidak hanya jadi kebudayaan, tarian di tengah tradisi pacu jalur yang dilakukan Rayyan Arkan Dikha pernah menjadi tren global.
Tarian ini ditiru, dilakukan oleh ragam selebritas top dunia, para atlet dunia seperti Marc Marquez, hingga mengundang beragam turis mancanegara yang penasaran dengan kebudayaan pacu jalur.
Tokoh seperti rapper asal Amerika Serikat Melly Mike pernah datang langsung ke Tanah Pacu Jalur, Kabupaten Kuantan Singingi untuk melihat langsung Festival Pacu Jalur 2025.
Pejabat negara seperti Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri juga mendatangi Kuansing, untuk sekadar melihat perlombaan pacu jalur.
Namun nama mendunia yang dibangun oleh masyarakat Kuantan Singingi tersebut tercoreng berulang kali oleh para pejabatnya sendiri.
Korupsi yang mengkhianati tradisi
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan, kasus dugaan suap jabatan yang menjerat Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby mencoreng nilai-nilai luhur tanah kelahiran perlombaan dayung “Pacu Jalur”.
“Kuansing dikenal luas sebagai tanah kelahiran pacu jalur yang mencerminkan semangat gotong royong dan juga kerja kolektif masyarakat. Karena itu ketika korupsi kembali terjadi, yang tercoreng bukan hanya integritas penyelenggara negara, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap nilai-nilai luhur yang selama ini menjadi kebanggaan daerah Kuansing,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Budi mengatakan, kasus korupsi ini menjadi peringatan dari instrumen pencegahan korupsi di dalam Monitoring, Controlling, and Surveillance for Prevention (MCSP) yang dilakukan KPK melalui fungsi koordinasi dan supervisi, khususnya untuk wilayah Kabupaten Kuansing.
Dia mengatakan, nilai MCSP Kabupaten Kuansing pada tahun 2025 masih berada pada zona merah dengan skor 63,84 poin atau menurun sebanyak 8,13 poin dari tahun 2024.
Menurut Budi, praktik korupsi yang diduga terjadi juga berkaitan dengan proyek-proyek strategis daerah yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Selain itu, ia menegaskan penguatan integritas dan upaya pencegahan korupsi harus dilakukan secara konsisten agar kasus serupa tidak kembali terulang.
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app