BOGOR, KOMPAS.com – PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) selaku agen tunggal pemegang merek Mazda di Tanah Air memandang pasar otomotif nasional masih akan menghadapi tantangan hingga paruh kedua 2026.
Kondisi daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih dinilai masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penjualan kendaraan.
Chief Operating Officer (COO) PT EMI sekaligus Presiden Direktur Mazda Indonesia, Ricky Thio, mengatakan persaingan di industri otomotif sepanjang semester pertama tahun ini berlangsung cukup ketat.
Mazda CX-3 Kuro
Berbagai merek berupaya mempertahankan pangsa pasar dengan menawarkan beragam program penjualan agresif.
Situasi tersebut diperkirakan masih akan berlanjut pada semester kedua. Meski begitu, perseroan tetap melihat adanya peluang untuk meningkatkan penjualan, terutama melalui ajang tahunan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
"Untuk semester II, saya sendiri juga masih melihat situasinya cukup dinamis. Kondisinya memang masih penuh tantangan. Namun, kami tetap optimistis, apalagi akan ada GIIAS dan berbagai program baru yang kami siapkan," kata Ricky di Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).
Berharap Tidak ada Gejolak
Ia berharap tidak ada gejolak baru yang semakin menekan permintaan kendaraan di pasar domestik.
Menurutnya, aktivitas konsumsi masyarakat sebenarnya masih cukup baik, terlihat dari tingginya kunjungan ke pusat perbelanjaan maupun restoran. Namun, kondisi tersebut belum berbanding lurus dengan penjualan mobil.
Ricky menilai fenomena ini mirip dengan lipstick effect, yakni ketika konsumen masih bersedia belanja untuk kebutuhan atau keinginan dengan nilai relatif kecil, tetapi cenderung menunda pembelian barang bernilai besar seperti kendaraan.
"Konsumen kini lebih rasional dalam mengambil keputusan. Mereka mempertimbangkan kemampuan membayar cicilan dalam jangka 4 hingga 5 tahun ke depan," ujarnya.
Karena itu, Mazda menilai calon konsumen kini lebih selektif sebelum membeli kendaraan.
Strategi Mazda
Untuk menghadapi kondisi tersebut, perusahaan tidak hanya mengandalkan program penjualan, tetapi juga terus meningkatkan kualitas produk dan layanan purnajual.
Di sisi lain, Mazda juga telah menyiapkan model baru yang akan diluncurkan dalam waktu dekat. Mobil tersebut diperkirakan menjadi salah satu andalan untuk mendongkrak penjualan pada semester II 2026.
Sebelumnya, Ricky telah mengonfirmasi bahwa Mazda akan menghadirkan kendaraan listrik hasil kolaborasi dengan Changan.
Model yang dimaksud diduga kuat adalah Mazda EZ-6 atau Mazda 6e, yang diperkirakan meluncur pada ajang GIIAS 2026.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan ritel Mazda selama periode Januari-Mei 2026 mencapai 1.240 unit. Angka tersebut turun sekitar 5,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, 1.315 unit.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangUnduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app