CIAMIS, KOMPAS.com - Deretan gorengan hangat, kopi hitam, dan aneka makanan ringan tersaji di Warung Nana, sebuah warung sederhana di tepi jalan utama Kampung Adat Kuta, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Di balik warung yang menjadi tempat singgah wisatawan itu, tersimpan kisah panjang pemiliknya, Saryaman (78).
Jauh sebelum membuka warung dan kembali bertani di kampung halamannya, ia pernah merantau ke Jakarta sebagai kuli bangunan.
Bahkan, salah satu proyek terbesar yang pernah dikerjakannya adalah pembangunan Rumah Sakit Fatmawati di Jakarta Selatan pada era Presiden Soeharto.
Kompas.com menemui Saryaman di rumahnya yang berada tepat di seberang Warung Nana, Senin (27/7/2026).
Pria yang kini menghabiskan hari-harinya dengan bertani, menyadap aren, dan mengelola warung itu bercerita, keputusannya merantau ke Jakarta didorong keinginan mencari nafkah.
"Waktu itu saya kerja di Jakarta sebagai kuli bangunan," kata Saryaman.
Menurut dia, keberangkatannya merupakan bagian dari gelombang perantauan warga Kampung Adat Kuta ketika pemerintah gencar membangun berbagai infrastruktur pada masa Presiden Soeharto.
"Saat itu sedang banyak pembangunan pada masa Presiden Soeharto. Banyak warga yang ikut bekerja di proyek," ujar dia.
Saryaman mengatakan, banyak warga Kampung Adat Kuta yang diajak bekerja sebagai buruh bangunan di berbagai proyek.
Salah satu proyek terbesar yang pernah ia ikuti ialah pembangunan Rumah Sakit Fatmawati.
"Saya ikut membangun Rumah Sakit Fatmawati bersama sekitar 70 orang pekerja lainnya," ucapnya.
Saat itu, para pekerja bekerja di bawah arahan seorang mandor. Upah yang diterima sekitar Rp 8.000 per hari dan sudah termasuk makan.
"Upahnya sekitar Rp 8.000 sehari, makan juga disediakan," katanya.
Namun, ketika proyek-proyek pembangunan mulai berkurang, Saryaman memutuskan kembali ke kampung halamannya.