Kekacauan total di Den Haag setelah Maroko menang di Piala Dunia: polisi bertindak tegas

Kekacauan total di Den Haag setelah Maroko menang di Piala Dunia: polisi bertindak tegas

Suasana meriah setelah kemenangan Maroko atas Kanada pada Rabu malam di Schilderswijk, Den Haag, dengan cepat berubah menjadi kerusuhan. Awalnya para pendukung merayakan kemenangan tersebut, namun tak lama kemudian polisi harus menghadapi kembang api yang dilemparkan ke arah petugas. Reporter Owen O'Brien melaporkan perkembangan terkini secara langsung melalui X.

O'Brien awalnya melaporkan bahwa suasana sangat meriah setelah Maroko lolos ke babak berikutnya berkat kemenangan tersebut. Sebelumnya, ia sudah menyebutkan bahwa polisi hadir dalam jumlah besar di Schilderswijk, termasuk satuan anjing pelacak, polisi berkuda, dan meriam air.

Menurut reporter tersebut, kawasan tersebut tampaknya sebagian besar telah ditutup, dan polisi terlihat dikerahkan dalam jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan pada pertandingan-pertandingan Maroko sebelumnya. Selain itu, terdapat juga yang disebut “romeo”. Istilah jalanan ini merujuk pada Unit Penangkapan (AE), yaitu petugas polisi berpakaian sipil yang berbaur di tengah kerumunan untuk mengamati para provokator dan, jika diperlukan, langsung menahan mereka.

Tak lama kemudian, suasana berubah drastis. O’Brien melaporkan bahwa sekelompok pria bertopeng yang membawa spanduk muncul, yang kemudian memicu eskalasi situasi. Dalam rekaman yang ia bagikan di X, terlihat bagaimana Unit Penangkapan turun tangan dan melakukan penangkapan pertama di tengah kekacauan yang terjadi.

Tidak berhenti sampai di situ. Beberapa menit kemudian, O’Brien melaporkan penangkapan kedua di Schilderswijk. Pada saat yang sama, ia menulis bahwa situasi tetap ricuh dan para petugas dilempari kembang api saat sedang bertugas.

Sementara itu, kehadiran polisi tetap sangat besar. Selain unit-unit reguler, brigade anjing, polisi berkuda, dan Unit Penangkapan juga tetap aktif di wilayah tersebut untuk mengendalikan situasi.

Di media sosial, juga beredar rekaman penangkapan yang dilakukan oleh Unit Penangkapan (AE), yang dibagikan oleh Bob van Keulen. Dalam rekaman tersebut, terlihat bagaimana para “romeo” turun tangan di Schilderswijk selama kerusuhan yang terjadi setelah pertandingan antara Kanada dan Maroko.