Kasus Kematian Dokter Icha, Kenali Depresi Berat Tanpa Gejala Psikotik

Kasus Kematian Dokter Icha, Kenali Depresi Berat Tanpa Gejala Psikotik

CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dokter Icha dinyatakan meninggal pada Jumat (26/6) akibat gantung diri. Keluarga menyebut sebelum kematiannya, Icha sempat menjalani pemeriksaan kesehatan. Hasilnya, ia mengalami depresi berat tanpa gejala psikotik. Apa itu?

Fabianus Banase, juru bicara keluarga Icha, mengungkap Icha sempat periksa kesehatan mental usai intimidasi oleh anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU). Hasilnya, Icha didiagnosis depresi berat tanpa gejala psikotik.

"Dari hasil pemeriksaan kesehatan jiwa, almarhum ini mengalami guncangan hebat sehingga melakukan percobaan bunuh diri," kata Fabianus seperti dilaporkan detikcom.

Apa itu depresi berat tanpa gejala psikotik?

Depresi berat atau gangguan depresi mayor (major depressive disorder) merupakan kondisi kesehatan mental yang memicu perasaan sedih, putus asa, atau hampa yang setidaknya berlangsung selama dua minggu.

Depresi berat juga membuat seseorang kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya dinikmati.

Melansir dari Cleveland Clinic, depresi berat memiliki sejumlah gejala dari ringan hingga berat. Gejala bisa berlangsung dalam hitungan hari atau setidaknya dua minggu.

Depresi berat tanpa gejala psikotik
Ilustrasi. Depresi berat bisa membuat seseorang kehilangan minat akan hal-hal yang sebelumnya diminati. (Retno Anggraini)

Gejala utamanya antara lain, mood menurun dan kehilangan minat atau kesenangan dalam sebagian besar aktivitas. Selain. itu juga bisa berupa,

  • perubahan nafsu makan (bisa bertambah atau berkurang),
  • kelelahan,
  • merasa tidak berharga atau merasa bersalah berlebihan,
  • gelisah atau gerakan melambat,
  • masalah tidur (insomnia atau terlalu banyak tidur),
  • susah konsentrasi,
  • pikiran soal bunuh diri atau kematian, juga pikiran untuk menyakiti diri sendiri.

Dalam depresi berat, dikenal pula depresi berat tanpa gejala psikotik. Jika depresi berat disertai gejala psikotik, berarti pasien mengalami beberapa bentuk psikosis seperti halusinasi (merasa ada bisikan bahwa dirinya tidak berharga) dan delusi (perasaan gagal, berdosa, tidak berharga yang sangat intens).

Sementara itu, mengutip dari penelitian yang diterbitkan di Character: Jurnal Penelitian Psikologi, gejala depresi berat tanpa gejala psikotik selain gejala utama ada pula gejala lain.

Berikut gejala-gejala lainnya menurut Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) III

  • Konsentrasi dan perhatian berkurang
  • Harga diri dan kepercayaan diri berkurang
  • Gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna
  • Pandangan masa depan yang suram dan pesimistis
  • Gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri
  • Tidur terganggu
  • Nafsu makan berkurang
Disclaimer Kesehatan Mental - rev1
(els)