SOLO, KOMPAS.com – Sejumlah persiapan terus dilakukan menjelang pengerjaan revitalisasi 13 titik kawasan Keraton Solo.
Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) KPH Eddy Wirabhumi mengatakan, persiapan dilakukan dengan rapat koordinasi (rakor), bersih-bersih dan pengosongan sejumlah kawasan yang biasanya digunakan untuk kegiatan Keraton Solo.
"Iya baru itu. Masih terus persiapan-persiapan. Kalau museum, baru mindah-mindahin gamelan. Yang ruangan penuh gamelan itu kita pindah," ujar Eddy kepada Kompas.com, Selasa (28/7/2026).
Sejumlah ruangan yang biasanya digunakan untuk rapat telah dikosongkan sebagai persiapan revitalisasi.
"Lalu di Pagelaran, kamar yang digunakan untuk prajurit sudah kita pindah juga, kita kosongin," katanya.
Peninjuan kawasan Keraton Kulon (barat) telah dilakukan guna penyempurnaan desain.
Ia mengatakan bahwa penutupan Museum Keraton Solo bersifat situasional atau menyesuikan dengan kondisi yang ada saat nantinya revitalisasi akan berjalan bersamaan dengan 13 titik kawasan.
"Itu situasional, karena memang desain ini masih terus kita lakukan pembahasan supaya kemudian maksimal. Karena menujunya kelas internasional, gitu, dari kementerian," jelasnya.
Ia menyebutkan, benchmark Museum Keraton Solo tidak hanya tentang menjadi museum saja, namun juga menjadi tempat tujuan wisata edukasi yang luar biasa.
"Kami kepenginnya sini juga begitu. Museum ini jangan dilihat hanya sebagai museum, tapi ini pusat untuk mengedukasi kita belajar keluhuran masa lalu untuk menuju masa depan yang lebih indah," jelasnya.
Targetkan 13 Titik Utama
Revitalisasi menyasar 13 titik kawasan Keraton Solo di antaranya, Bangsal Pradonggo, Museum Keraton Solo, Pagelaran, Sitinggil, Kasentanan, Pakubuwanan, Langen Katong, Sasana Maligi, Panggung Sangga Buwono, Panti Pidono, Keraton Kilen hingga Keputren dan Ndalem Ageng.
Ditargetkan Rampung Akhir Tahun
Revitalisasi 13 kawasan tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026.
"Akhir tahun mudah-mudahan selesai," ujar Eddy.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang