Pantau - Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance menyatakan bantahan Iran mengenai pembicaraan yang berlangsung di Doha merupakan "taktik negosiasi Persia" dan menegaskan dialog teknis antara Washington dan Teheran tetap berlanjut.
AS Tegaskan Dialog Teknis Masih Berlangsung
Dalam acara The Michael Knowles Show yang dirilis Selasa, Vance mengonfirmasi pembicaraan teknis lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran telah dijadwalkan.
"Ada pembicaraan yang telah dijadwalkan, pembicaraan yang benar-benar bersifat teknis, sebagai kelanjutan dari negosiasi yang telah kami lakukan sebelumnya. Pembicaraan itu pasti akan berlangsung besok," ungkap Vance.
Menurutnya, para pejabat Iran membantah adanya perundingan damai, tetapi pada saat yang sama mengakui berlangsungnya pembicaraan teknis.
"Mereka akan berkata, tidak ada perundingan damai yang sedang berlangsung, tetapi ada pembicaraan teknis antara Amerika Serikat dan Iran mengenai kesepakatan damai. Itu adalah taktik negosiasi ala Persia dan gaya retorika ala Persia yang tidak saya pahami," ujarnya.
Vance juga membela pendekatan Presiden Donald Trump dalam menangani Iran dan menegaskan penggunaan kekuatan militer hanya dilakukan jika mendukung tujuan yang jelas.
"Sikap mereka hanyalah menjatuhkan bom, menjatuhkan bom, dan menjatuhkan bom; dan mereka tidak benar-benar bisa menjelaskan untuk apa," katanya.
Iran Tetap Bantah Ada Perundingan Langsung
Dalam wawancara terpisah dengan FOX News, Vance mengatakan Washington lebih menilai tindakan Iran dibandingkan pernyataan para pejabatnya.
"Kami tidak terlalu peduli dengan apa yang dikatakan oleh pihak Iran. Kami jauh lebih peduli dengan apa yang mereka lakukan. Tentu saja, kami melihat beberapa tanda positif. Kami juga melihat beberapa tanda negatif. Yang disampaikan presiden kepada kami adalah untuk menangani masalah ini, melihat ke mana arah negosiasi ini, dan jika negosiasi tersebut tidak menghasilkan penyelesaian yang sukses melalui jalur diplomatik, maka kami masih memiliki banyak opsi," jelasnya.
Sementara itu, utusan Gedung Putih Steve Witkoff dan Jared Kushner bertolak ke Doha setelah Presiden Donald Trump mengumumkan Iran meminta pertemuan di ibu kota Qatar tersebut.
Iran tetap membantah adanya pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat, namun menyatakan konsultasi melalui pihak perantara masih berlangsung.
"Apa yang akan dilakukan di Doha besok (Rabu) adalah pembahasan mengenai pelaksanaan klausul-klausul nota kesepahaman (MoU), termasuk pembebasan aset Iran yang dibekukan, yang saat ini berada di Qatar," ungkap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei.
Seorang pejabat senior AS juga menyatakan Witkoff dan Kushner telah bertemu Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani bersama para mediator lainnya di Doha untuk melanjutkan dialog mengenai implementasi nota kesepahaman.
Nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump.
Dokumen tersebut menjadi kerangka penyelesaian konflik yang dimulai pada akhir Februari melalui pembahasan penghentian permusuhan, pelonggaran sanksi, program nuklir Iran, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pengaturan keamanan kawasan.