SUKOHARJO, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo memutuskan tidak memasang baliho HUT ke-80 Sukoharjo bergambar wajah kepala daerah hingga perayaan berakhir pada Kamis (30/7/2026) mendatang.
Keputusan ini menyusul adanya operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan dua pejabat pemkab pada Kamis (9/7/2026).
Pantauan Kompas.com, sejumlah baliho HUT ke-80 Sukoharjo terpasang tanpa wajah kepala daerah di sejumlah titik.
Seperti di Jalan Sukoharjo-Wonogiri dekat dengan Universitas Bangun Nusantara Sukoharjo, Alun-alun Setya Negara dan kantor Setda Sukoharjo.
Saat dikonfirmasi, Plt Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo, Wisnu Pramudiya Wardhana mengatakan, baliho HUT ke-80 Sukoharjo memang diubah untuk menjaga kondusivitas.
"Itu sebagian ada, tapi sebagian besar belum. Jadi terus kami ubah aja, untuk menjaga kondusivitas saja. Sambil kami fokus untuk masyarakat. Agar masyarakat ini terbuka semuanya untuk masyarakat," ujar Wisnu kepada Kompas.com, Rabu (15/7/2026).
Tak Ada Pencopotan
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com, baliho bergambar Bupati Etik Suryani sempat terpasang di Bundaran Patung Pandawa Solo Baru sebelum adanya OTT KPK.
Namun baliho tersebut kini sudah tidak ada.
Wisnu membantah adanya pencopotan baliho HUT ke-80 Sukoharjo bergambar kepala daerah.
"Enggak ada (baliho yang dicopot)," ujarnya.
Wisnu menyebutkan, baliho bergambar kepala daerah yang terpasang merupakan baliho lama.
"Enggak ada (yang dicopot). Itu kalau yang ada kepala daerah, itu kemarin yang acara-acara yang dulu," katanya.
Peniadaan pemasangan baliho bergambar kepala daerah juga akan dilakukan saat konser Guyon Waton pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-alun Satya Negara Sukoharjo.
"Seperti nanti kan ada musik, hiburan itu toh. Itu nanti pure untuk masyarakat semuanya, gitu. Jadi enggak terkotak-kotak ini nanti pejabatnya gini-gini, enggak," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang