Fit & Proper Test KPI: Dari AI, Transformasi Digital, hingga "SMART"

Fit & Proper Test KPI: Dari AI, Transformasi Digital, hingga "SMART"

Jakarta, IDN Times - Komisi I DPR RI resmi menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bagi para Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat periode 2026–2029. Proses seleksi tahap akhir yang berlangsung sejak Senin (13/07/2026) hingga Selasa (14/07/2026) ini diikuti oleh 26 kandidat dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, praktisi, jurnalis senior, hingga petahana.

Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, menegaskan pentingnya integritas dan kualitas paparan dalam tes ini. “Ini adalah fit and proper test yang akan sangat memengaruhi hasil siapa yang akan terpilih,” ujar Utut saat membuka rapat. Ia juga menekankan agar para kandidat tidak sekadar mencari simpati, melainkan menunjukkan kapasitas intelektual mereka. “Bukan mohon dibaikin, tetapi presentasikan rencana kerja sebaik-baiknya,” tegasnya seperti IDN Times dari YouTube Parlemen TV.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menjelaskan bahwa setiap calon diberikan waktu maksimal tujuh menit untuk memaparkan visi dan misi. Setelah itu, masing-masing perwakilan fraksi partai politik mendalami gagasan tersebut. "Setelah selesai semua fraksi, nanti kami akan persilakan lagi kepada calon komisioner untuk menjawab secara keseluruhan," tambah Sukamta.