MATARAM, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Indah Dhamayanti Putri menjenguk AL dan DV, dua santri korban kebakaran di Pondok Pesantren Rosyidatusshaulatiyyah Lombok Tengah.
Kedatangan Wagub Indah untuk memastikan kondisi kesehatan korban dan memastikan perawatan korban tetap dilanjutkan.
"Kita memastikan masih ada salah satu korban yang membutuhkan perawatan lebih lanjut, Insyaallah sesuai asesmen akan dirawat di RSUD NTB," kata Wagub Indah usai menemui korban dan orangtua korban di ruang Satgas PPKS Unram, Rabu (15/7/2026).
Korban DV masih membutuhkan beberapa tahapan penyembuhan dan operasi, di antaranya adalah cangkok kulit untuk luka bakar yang diderita.
Selain operasi, kedua korban juga harus menjalani perawatan fisioterapi untuk menjaga gerakan agar tidak kaku.
"Kita doakan semoga ananda tidak hanya bisa sembuh secara fisik tapi psikologi mereka bisa terbangun dengan baik mereka siap kembali ke sekolah," kata Indah.
Saat ini, pembiayaan untuk pengobatan santri korban telah ditanggung oleh Pemprov NTB.
Indah menyesalkan kasus ini terjadi di lembaga pendidikan dan berharap kasus serupa tidak terulang kembali.
"Ini tanggung jawab kita semua, kita semua harus memperbaiki tidak hanya regulasi tapi penanganan pasca-kejadian ini juga menjadi perhatian. Kami bersama LPA akan kembali duduk bersama untuk membahas ini," kata Indah.
Sebelumnya diberitakan, insiden kebakaran yang terjadi pada Desember 2026 menyebabkan tiga santri mengalami luka bakar berat dan satu di antaranya meninggal dunia setelah mendapat perawatan medis.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan santri mengalami luka bakar parah, viral di media sosial pada Juni 2026.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang