Grid.
ID - Tantri Kotak diduga menjadi korban investasi bodong yang dilakukan oleh temannya. Bukan hanya kerugian secara materil, Tantri Kotak juga mengalami rugi secara psikis.
Kondisi Tantri Kotak pasca menyadari menjadi korban dugaan penipuan diungkapkan oleh sang suami, Arda eks Naff. Pasca menjadi korban dugaan investasi bodong, vokalis grup musik Kotak itu mendadak menjadi orang yang murung.
“Tapi Tantri tuh juga apa ya mengalami kerugian secara psikis lah. Dia murung,” ujar Arda eks Naff saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (27/6/2026).
Di tengah mengalami dugaan penipuan tersebut, Tantri Kotak berupaya untuk tidak melakukan hal yang ceroboh. Dia mengambil waktu untuk diam sebelum akhirnya berbicara ke hadapan publik.
“Dia kita mulai sangat berhati-hati, mundur dulu untuk jejak dulu, untuk makanya butuh waktu kita untuk ngomong ke publik,” lanjutnya.
Arda eks Naff menambahkan bahwa kerugian yang dirasakan oleh Tantri justru lebih kepada psikis. Penyanyi berhijab itupun kini mengalami krisis kepercayaan.
“Dampaknya kan kadang kerugian itu nggak cuman material kan. Coba tanya itu kolom komentar isinya orang pada curhat bahwa orang hasil ditipu kadang menipu itu justru bukan orang-orang asing, malah justru orang yang membangun kepercayaan dari awal gitu,” lanjutnya.
Tantri Kotak akhirnya membagikan pengalaman pahitnya ini agar menjadi pelajaran untuk khalayak ramai. Dia berharap apa yang dibagikannya menjadi manfaat untuk masyarakat di luar sana.
“Pelajaran buat banyak orang. Pelajaran makanya kita berani share ini karena ini sesuatu yang buruk di hidup kita, mungkin manfaat buat orang lain nggak apa-apa,” lanjut Arda.
“Artinya eh kayak tadi bahwa kerugian banyak banget, orang-orang ini ada rasa trauma keluarga, oleh saudara gitu. Uang itu nggak kenal darah memang, begitulah, itulah yang kadang harus kita, bahkan pertemanan, tentang apapun ya itu harus jelas. Itu pelajaran penting buat kita,” tutup Arda ‘Naff’.
Seperti diberitakan sebelumnya, Tantri ‘Kotak' mengunggah kejadian tak mengenakan mengenai dirinya yang diduga menjadi korban penipuan. Ironisnya, sang terduga pelaku adalah teman Tantri sendiri. (*)