PALEMBANG, KOMPAS.com – Seorang suami melaporkan dokter berinisial EN dan sebuah rumah sakit di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, ke Polda Sumatera Selatan atas dugaan malapraktik yang menyebabkan istrinya meninggal dunia sehari setelah menjalani operasi caesar.
Laporan itu diajukan Kevin Agustinus (25), warga Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim, yang merupakan suami almarhumah Suci Anjeli (22), ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel.
Selain dokter EN, Kevin juga melaporkan pihak rumah sakit terkait dugaan pemberian keterangan yang tidak sesuai mengenai penanganan medis terhadap istrinya.
Kuasa hukum keluarga korban, Darmadi Djufri, mengatakan Suci menjalani operasi caesar pada Mei 2026.
"Istri klien kami menjalani persalinan di RS Fadhilah Prabumulih dengan cara operasi caesar. Bayinya selamat, namun setelah operasi almarhumah ditempatkan di ruang observasi," ujar Darmadi kepada wartawan usai membuat laporan, Selasa (14/7/2026).
Tindakan yang picu pendarahan
Darmadi mengatakan, beberapa saat kemudian dokter EN masuk ke ruang observasi dan diduga melakukan tindakan medis pada area intim pasien.
Setelah tindakan tersebut, korban mengalami pendarahan.
Menurut Darmadi, keluarga menilai penanganan terhadap korban tidak maksimal. Dokter disebut meminta keluarga mencari empat kantong donor darah.
"Bukannya melakukan pertolongan justru terlapor keluar dari ruang observasi dan meninggalkan korban begitu saja. Namun dokter hanya meminta keluarga mencari donor darah sebanyak empat kantong," ujarnya.
Keluarga kemudian berupaya mencari donor darah. Kevin turut mendonorkan darah sehingga terkumpul dua kantong.
Namun kondisi Suci terus menurun hingga meninggal dunia sehari setelah operasi.
"Pihak rumah sakit maupun dokter tidak memberikan penjelasan kepada pihak keluarga dan hanya mengatakan meninggalnya karena henti jantung," ungkap Darmadi.
Menurut Kevin, dokter EN melakukan tindakan dengan memasukkan alat ke area intim istrinya empat jam usai operasi caesar.
Namun, menurutnya, tidak ada penjelasan mengenai tujuan tindakan tersebut.
"Enggak dijawab alasan kenapa diambil tindakan mengorek, padahal istri sudah sehat waktu itu, makan ya makan. Yang bikin sedih, menurut saya istri saya tidak mendapat penanganan yang maksimal selama pendarahan sampai lemas," kata Kevin.