KOMPAS.com - Timnas Iran harus mengubur mimpi menembus fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya setelah tersingkir secara dramatis pada akhir fase grup Piala Dunia 2026.
Nasib Team Melli dipastikan berakhir setelah Aljazair dan Austria bermain imbang 3-3 pada laga terakhir Grup J, Minggu (28/6/2026) WIB.
Hasil tersebut memastikan Austria lolos sebagai runner-up grup, sementara Aljazair mengamankan tiket sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik.
Bagi Iran, hasil itu menjadi pukulan telak. Setelah berkocil di peringkat ketiga Klasemen Grup G Piala Dunia 2026, mereka sempat berada di batas akhir zona lolos peringkat ketiga terbaik.
Tetapi, tambahan satu poin yang diraih Aljazair membuat wakil Afrika tersebut melampaui koleksi poin Iran.
Pertandingan Aljazair kontra Austria sendiri berlangsung penuh drama hingga detik terakhir.
Austria lebih dulu unggul melalui Marko Arnautovic sebelum Aljazair menyamakan kedudukan lewat Rafik Belghali menjelang turun minum.
Pada babak kedua, Marcel Sabitzer kembali membawa Austria memimpin 2-1. Namun, kapten Aljazair Riyad Mahrez kembali membuat kedudukan menjadi imbang 2-2.
Drama mencapai puncaknya pada masa injury time. Mahrez mencetak gol pada menit ke-90+4 yang sempat membawa Aljazair unggul 3-2.
Skor tersebut untuk sementara membuat Austria tersingkir dan membuka harapan Iran untuk lolos ke babak 32 besar.
Namun, harapan itu hanya bertahan sekitar satu menit. Penyerang Austria, Sasa Kalajdzic, mencetak gol penyeimbang pada menit ke-90+5 sehingga laga berakhir imbang 3-3.
Hasil tersebut memastikan Austria melaju sebagai runner-up Grup J, sedangkan Aljazair lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik. Iran pun dipastikan tersingkir dari turnamen.
Ironisnya, Iran sebenarnya nyaris memastikan tiket ke babak 32 besar sehari sebelumnya saat menghadapi Mesir.
Drama VAR saat vs Mesir
Dalam pertandingan yang berakhir imbang 1-1 itu, Shoja Khalilzadeh sempat mencetak gol pada masa injury time.
Selebrasi para pemain dan suporter Iran pun pecah karena gol tersebut diyakini membawa mereka lolos ke fase gugur.
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app