Ibrahim Afellay mengenai kerusuhan di Schilderswijk setelah kemenangan Maroko: 'Ini adalah masalah sosial!'

Ibrahim Afellay mengenai kerusuhan di Schilderswijk setelah kemenangan Maroko: 'Ini adalah masalah sosial!'

Ibrahim Afellay bereaksi keras terhadap kerusuhan yang terjadi di kawasan Schilderswijk, Den Haag, setelah kemenangan Maroko atas Kanada di Piala Dunia. Analis NOS ini berpendapat bahwa yang ada bukanlah 'masalah orang Maroko', melainkan 'masalah sosial', dan ia sudah muak karena selalu dijadikan sorotan setiap kali topik tersebut dibahas.

Setelah kemenangan Maroko atas tim nasional Belanda awal pekan ini, kerusuhan sudah terjadi di beberapa tempat di negara ini. Dan setelah kemenangan Maroko atas Kanada, kerusuhan kembali terjadi, antara lain di Den Haag.

Polisi dikerahkan ke Schilderswijk dengan pasukan anjing pelacak, polisi berkuda, dan meriam air, di mana agen-agen penyamaran juga harus turun tangan untuk menjaga ketertiban.

Namun, mantan pemain timnas Belanda Afellay, yang memiliki akar Maroko, tidak berpendapat bahwa kerusuhan tersebut disebabkan oleh ‘masalah orang Maroko’. “Selalu saja dikaitkan dengan masalah orang Maroko, tapi saya sama sekali tidak setuju dengan itu.”

“Karena suporter Feyenoord yang merusak segala sesuatu di Italia, itu juga merupakan tindakan vandalisme,” lanjut Afellay mengenai kerusuhan seputar pertandingan melawan AS Roma pada tahun 2015.

“Hal yang sama berlaku bagi suporter Ajax yang menghentikan pertandingan di stadion dengan melemparkan kembang api ke lapangan, yang membahayakan nyawa orang.”

“Itu jelas-jelas masalah sosial! Saya selalu merasa sangat disayangkan bahwa yang selalu disorot hanyalah kelompok kecil itu, padahal ada kelompok-kelompok besar yang justru berperilaku baik. Dan saya selalu merasa seolah-olah harus bertanggung jawab atas perbuatan orang lain.”

"Bukankah aneh bahwa saya harus bertanggung jawab jika seseorang melakukan kesalahan? Bukankah saya tidak bertanggung jawab atas hal itu? Itu terkadang melelahkan, saya bisa katakan," tutup Afellay.