Gedung Rusak Diterjang Banjir Bandang, Pendaftar di SDN 10 Lambung Bukit Padang Malah Membeludak

Gedung Rusak Diterjang Banjir Bandang, Pendaftar di SDN 10 Lambung Bukit Padang Malah Membeludak

PADANG, KOMPAS.com – Antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatra Barat, justru melonjak tajam di tengah kondisi infrastruktur sekolah yang memprihatinkan akibat hantaman banjir bandang pada Desember 2025 lalu.

Meski kondisi fisik bangunan dan akses utama sekolah saat ini sangat berisiko, pihak sekolah justru mencatat adanya kenaikan signifikan yang melebihi kuota pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini.

Kepala SDN 10 Lambung Bukit, Haryenti, mengungkapkan bahwa jumlah calon murid baru yang mendaftar pada tahun ini justru mengalami peningkatan hingga melebihi kuota yang disediakan.

"Alhamdulillah, mungkin banyak faktor yang dilihat orangtua sehingga mereka tetap optimis sekolah ini akan diperbaiki. Peningkatan pendaftar siswa tahun ini malah melebihi kuota," ujar Haryenti, Jumat (3/7/2026).

Tingginya kepercayaan orangtua murid ini terbilang luar biasa.

Pasalnya, saat ini SDN 10 Lambung Bukit sedang beroperasi di tengah keterbatasan fasilitas yang cukup parah.

Siswa Terpaksa Sekolah Bergantian

Akibat bencana banjir bandang kedua yang melanda enam bulan lalu, dua ruangan vital rusak total dan tidak bisa lagi digunakan, yakni ruang kelas dua dan ruang guru.

Dampaknya, sebanyak 259 murid di sekolah ini harus rela berbagi waktu dan ruang belajar. Pihak sekolah terpaksa menerapkan sistem bergantian (shift) karena kekurangan ruang kelas.

"Peningkatan pendaftar siswa tahun ini malah melebihi kuota." Haryenti.

Tidak hanya murid yang terdampak, para guru dan pegawai SDN 10 Lambung Bukit juga terpaksa beraktivitas sehari-hari tanpa memiliki ruangan kantor yang layak.

Pengawasan Ketat di Area Longsor

Untuk mengantisipasi bahaya di lingkungan sekolah yang rusak, pihak sekolah memperketat penjagaan terhadap aktivitas para murid.

Haryenti menambahkan, pihaknya bersama para guru terus berupaya memberikan pengawasan melekat di pekarangan sekolah yang tersisa.

Hal ini dilakukan agar anak-anak tidak mendekati area bekas longsoran.

Langkah preventif tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi para orangtua yang tetap memercayakan pendidikan anak-anak mereka di SDN 10 Lambung Bukit, meski di tengah segala keterbatasan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang