Jakarta, IDN Times – Gelombang panas ekstrem dan badai musim panas yang melanda Amerika Serikat (AS) selama sepekan terakhir menyebabkan sedikitnya 25 orang meninggal dunia. Cuaca ekstrem itu juga memicu peringatan bahaya bagi sekitar 40 juta warga di kawasan Pantai Timur, Tenggara, hingga Barat Daya.
Berdasarkan laporan berbagai otoritas lokal, kubah panas yang menyelimuti separuh wilayah timur AS mendorong suhu melampaui 37,78 derajat Celcius di lebih dari 20 negara bagian, bahkan mengganggu jalannya sejumlah perayaan hari libur nasional.
Dampak terberat terjadi di New Jersey. Departemen Kesehatan Masyarakat negara bagian itu melaporkan 22 kematian yang diduga berkaitan dengan panas ekstrem di 10 daerah. Mayoritas korban ditemukan di dalam rumah tanpa pendingin ruangan (AC), di jalanan, serta di dalam mobil yang terparkir. Perwakilan Departemen Kesehatan Masyarakat New Jersey mengingatkan bahwa kondisi tersebut sangat berbahaya.
“Ini bukan gelombang panas musim panas yang biasa. Jenis panas ini dapat dengan cepat menjadi mengancam nyawa bagi manusia dan hewan dari segala usia,” katanya, dikutip The Guardian, Senin (6/7/2026).
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.