Cara Pakai AI yang Benar Menurut Riset Microsoft, Jangan Cuma Bertanya

Cara Pakai AI yang Benar Menurut Riset Microsoft, Jangan Cuma Bertanya

KOMPAS.com – Banyak orang memakai AI seperti memakai Google. Ditanya satu hal, dijawab. Selesai. Padahal cara seperti itu cuma menyentuh permukaan kemampuan AI yang sebenarnya.

Microsoft baru saja merilis laporan tahunan Work Trend Index 2026 pada Mei lalu. Laporan ini melibatkan survei terhadap 20.000 pekerja pengguna AI dari 10 negara, termasuk Indonesia, plus analisis triliunan sinyal Microsoft 365.

Salah satu temuan utamanya, ada pola yang membedakan pekerja yang memakai AI secara biasa-biasa saja dengan pekerja yang memakai AI dengan sangat efektif.

Microsoft menyebut kelompok terakhir ini sebagai Frontier Professional. Jumlah mereka memang masih kecil, baru 16 persen dari total pengguna AI yang disurvei.

Namun sebanyak 80 persen di antara mereka mampu menghasilkan pekerjaan yang setahun lalu mustahil mereka lakukan sendiri.

Apa yang mereka lakukan secara berbeda? Berikut beberapa temuan utama dari laporan Microsoft.

Empat cara bekerja dengan AI

Microsoft memetakan empat cara berbeda pekerja berinteraksi dengan AI saat ini.

Pemetaan ini didasarkan pada dua dimensi. Dimensi pertama menggambarkan bagaimana manusia berinteraksi dengan pekerjaan, mulai dari mengarahkan langsung sampai sekadar mengawasi. Dimensi kedua menggambarkan bagaimana AI dipakai, mulai dari sebagai asisten saja sampai sebagai rekan kerja penuh.

Dari kombinasi keduanya, lahir empat mode kerja.

Pertama, mode delegasi. Kedua, mode kolaborasi. Ketiga, mode bertanya. Keempat, mode eksplorasi.

Apa yang membedakan Frontier Professional dari pengguna AI biasa bukan mode mana yang mereka pakai. Namun kemampuan mereka mengenali mode mana yang dibutuhkan setiap tugas.

"Eksekusi rutin, riset, dan sintesis didelegasikan. Saat AI mengerjakan lebih banyak pekerjaan, manusia tetap terlibat dengan menetapkan arah dan bertanggung jawab atas bagaimana hasilnya dipakai," tulis Microsoft.

Salah satu prinsip terkuat yang muncul dari laporan ini adalah cara pekerja memperlakukan hasil AI.

Sebanyak 86 persen pengguna AI yang disurvei Microsoft mengatakan mereka memperlakukan hasil AI sebagai titik awal, bukan jawaban final. Mereka mengatakan tetap "bertanggung jawab atas pemikiran" di balik pekerjaan tersebut.

Microsoft menyebut, peran pekerja sedang bergeser dari penghasil jawaban menjadi pengevaluasi, penyempurna, dan pemilik dari jawaban itu sendiri.

Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat

Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app