LUBUK BASUNG, KOMPAS.com - Satu bunga bangkai jenis Amorphophallus titanum kembali mekar sempurna di wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Fenomena langka ini terjadi di pinggir jalan nasional yang menghubungkan Sumatera Barat dan Sumatera Utara, tepatnya di Jorong Batu Gadang, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh.
Kemunculan bunga langka tersebut menarik perhatian masyarakat karena lokasinya yang relatif mudah dijangkau serta momen mekarnya yang tidak berlangsung lama.
Selain menjadi daya tarik alam, peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya pelestarian flora endemik yang dilindungi.
Di mana lokasi bunga bangkai itu mekar?
Bunga bangkai tersebut tumbuh di lahan milik warga dengan ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut. Lokasinya berada hanya sekitar 20 meter dari jalan lintas Sumatera, sehingga cukup mudah dilihat oleh pengguna jalan yang melintas.
Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, Ade Putra, mengatakan bahwa bunga tersebut tumbuh subur di kawasan tersebut.
"Jarak lokasi bunga mekar ke jalan lintas hanya sekitar 20 meter dan tumbuh cukup subur," katanya di Lubuk Basung, Senin (6/7/2026) dikutip dari Antara.
Kondisi ini menjadikan kawasan Palupuh sebagai salah satu lokasi penting bagi keberadaan bunga bangkai di Sumatera Barat.
Berapa lama bunga bangkai dapat bertahan mekar?
Menurut Ade, bunga bangkai tersebut saat ini berada pada hari keempat masa mekarnya. Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa hari ke depan bunga tersebut akan mulai layu dan membusuk.
"Bunga akan layu dan membusuk beberapa hari ke depan," katanya.
Secara umum, fase berbunga dari Amorphophallus titanum berlangsung relatif singkat, yakni sekitar 7 hingga 10 hari. Setelah itu, bunga akan mengalami pembusukan sebagai bagian dari siklus hidupnya.
Mengapa Palupuh menjadi habitat ideal bunga bangkai?
Kecamatan Palupuh dikenal sebagai salah satu habitat alami bunga bangkai di Sumatera Barat. Kondisi iklim dan topografi wilayah ini dinilai sangat mendukung pertumbuhan tanaman langka tersebut.
Ade menyebutkan bahwa hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Agam pernah ditemukan bunga bangkai mekar, kecuali Kecamatan Tanjung Mutiara.
"Palupuh kondisi iklim dan topografinya mendukung untuk tempat hidup atau habitat bagi bunga itu," kata Ade.
Selain itu, kawasan ini juga dilindungi oleh regulasi terkait konservasi sumber daya alam hayati, sehingga keberadaan bunga bangkai tetap terjaga.