BNPB Resmikan Pemulihan Jaringan Air Bersih 33,3 Kilometer untuk 4.010 KK Terdampak Lahar Merapi di Magelang

BNPB Resmikan Pemulihan Jaringan Air Bersih 33,3 Kilometer untuk 4.010 KK Terdampak Lahar Merapi di Magelang

Pantau -  BNPB merampungkan pemulihan jaringan air bersih sepanjang 33,3 kilometer bagi 4.010 kepala keluarga terdampak banjir lahar dingin Gunung Merapi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang diresmikan pada Jumat (3/7/2026).

Kronologi Pemulihan Infrastruktur

Peresmian jaringan pipanisasi air bersih tersebut dilakukan di Desa Paten, Kecamatan Dukun, dengan melibatkan Kepala BNPB Suharyanto serta unsur pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Pembangunan jaringan tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp3 miliar melalui Dana Siap Pakai (DSP) BNPB dan dikerjakan dengan sistem gotong royong serta pemasangan pipa secara swadaya oleh warga terdampak.

Suharyanto mengatakan, "Air bersih adalah sumber kehidupan. Alhamdulillah, melalui kolaborasi yang kuat, mulai hari ini kendala krisis air bersih bagi 4.000 KK di tujuh desa sudah dapat diatasi", ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa percepatan pemulihan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat, aman, dan tepat sasaran.

Dampak dan Wilayah Terdampak

Banjir lahar dingin Gunung Merapi yang terjadi pada Maret 2026 sebelumnya merusak jaringan air bersih serta infrastruktur lain seperti permukiman, lahan pertanian, jembatan, kendaraan, dan menyebabkan korban jiwa.

Tujuh desa yang kini kembali mendapatkan akses air bersih meliputi Desa Sumber, Krinjing, Paten, Sengi, Keningar, Sewukan, dan Wates di Kecamatan Dukun yang sebelumnya terdampak di tiga kecamatan yakni Dukun, Sawangan, dan Mungkid.

Kepala BNPB bersama sejumlah pejabat daerah dan anggota DPR RI turut meninjau serta mendampingi proses peresmian pemulihan jaringan air bersih tersebut.