Bertahun-tahun Diteror Tetangga, Keluarga di Depok Pilih Jual Rumah

Bertahun-tahun Diteror Tetangga, Keluarga di Depok Pilih Jual Rumah

DEPOK, KOMPAS.com - Keluarga Azis Suraji memutuskan menjual rumah mereka di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, setelah bertahun-tahun mengalami teror dan intimidasi dari tetangga.

Anak Azis, Novita Dwi Lestari, mengatakan, persoalan tersebut bermula pada 2022 akibat kesalahpahaman.

Saat itu, suaminya yang merupakan warga negara asing sedang bercanda dengan anak mereka yang masih kecil agar berhenti menangis.

"Nah, mamah saya tuh ketawa-ketawa juga bilang, "Orang gila, dasar orang gila". Nah ternyata (tetangga) dengar, salah paham disangkanya itu buat ngelontarin (kata-kata) ke dia (tetangga)," ujar Novita saat ditemui Kompas.com di kediamannya, Minggu (19/7/2026).

Tetangga Novita kemudian melontarkan perkataan kasar. Menurut Novita, persoalan tersebut sempat dimediasi oleh pengurus RT dan RW.

Namun, tak berselang lama, keluarganya kembali mengalami teror dan intimidasi. Mereka kerap dimaki hingga rumah dilempari sejumlah benda.

Kali ini bukan hanya pelaku, tapi juga keluarganya.

Novita mengatakan, keluarganya kemudian memasang empat kamera pengawas (CCTV) pada 2024 setelah rumah mereka dirusak saat dirinya sedang berada di luar kota.

Sejak saat itu, berbagai aksi pelemparan berhasil terekam kamera.

Salah satunya adalah aksi pelemparan helm yang belakangan viral di media sosial.

"Puncaknya 2024 itu posisinya keluarga lagi di luar kota liburan, abang saya sendirian di rumah, ditambah lagi enggak enak badan. Rumah dirusak, pager dirusak, abang saya sampai bengep. Semenjak itu baru pasang CCTV. Dan akhirnya memuncak lagi kemarin itu," ujarnya.

Novita mengaku, kondisi tersebut membuat keluarganya merasa tidak nyaman berada di rumah.

Mereka lebih sering menutup pintu rumah atau memilih keluar meski tidak memiliki keperluan.

Kondisi itu akhirnya membuat Novita mengusulkan kepada kedua orangtuanya agar rumah tersebut dijual.

Namun, setelah memasang spanduk kecil yang menandakan rumah tersebut hendak dijual, Novita mengaku tetangganya kembali melakukan intimidasi.