1. Cetak pendapatan Rp3,66 triliun
2. Nilai transaksi harian tembus Rp18 triliun sepanjang 2025
3. Ada 26 perusahaan IPO selama 2025
Selama 2025, terdapat 26 perusahaan yang mencatatkan saham di bursa dengan total kapitalisasi pasar mencapai Rp 155,2 triliun pada saat penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Dari sisi penghimpunan dana, perusahaan yang melakukan IPO berhasil menghimpun dana sekitar Rp18,1 triliun atau meningkat 26 persen dibandingkan 2024.
Kontribusi terbesar berasal dari sektor basic materials, diikuti sektor keuangan (financials) dan infrastruktur.
Menurut Jeffrey, capaian tersebut menunjukkan aktivitas pendanaan melalui pasar modal tetap tersebar di berbagai sektor strategis dan tidak bergantung pada satu sektor tertentu.
Selain IPO saham, pasar juga menjalankan fungsinya sebagai sumber pembiayaan yang komprehensif melalui berbagai instrumen lainnya.
Pada 2025, penghimpunan dana melalui efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) menyentuh Rp 217,4 triliun, sementara penghimpunan dana melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dan waran sebesar Rp 43,7 triliun.
Selama 2025, BEI juga memperkuat ekosistem pasar modal melalui berbagai inovasi produk, pengembangan layanan, serta penguatan infrastruktur pasar.
“Berbagai inisiatif tersebut kami hadirkan untuk meningkatkan kedalaman pasar, memperluas pilihan instrumen investasi, sekaligus meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas bagi seluruh pelaku pasar,” tutur dia.
Pada saat yang sama, BEI juga memperluas inklusi pasar melalui penguatan edukasi dan digitalisasi. Hal itu tercermin dari meningkatnya jumlah pengguna aplikasi IDX Mobile menjadi 463 ribu pengguna, terselenggaranya lebih dari 49.000 kegiatan edukasi, serta bertambahnya jumlah galeri investasi menjadi 1.015 galeri yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Berbagai upaya itu disebut memperkuat perkembangan ekosistem pasar modal yang kini memiliki 20,3 juta investor, atau tumbuh 37 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dengan demikian, fokus Bursa Efek Indonesia tidak hanya pada pertumbuhan aktivitas perdagangan, tetapi juga pada pembangunan ekosistem pasar modal yang semakin dalam, inklusif, dan berkelanjutan,” ucap Jeffrey.