Jakarta, IDN Times – Uganda telah memulangkan pasien Ebola terakhir yang menjalani perawatan pada Kamis (16/7/2026). Dengan keluarnya pasien tersebut, negara Afrika Timur itu kini tidak lagi memiliki kasus Ebola aktif yang terkonfirmasi.
Menteri Kesehatan, Chris Baryomunsi, menyebut perkembangan tersebut sebagai momen yang membahagiakan. Meski demikian, Baryomunsi menegaskan bahwa Uganda belum dapat dinyatakan bebas Ebola sepenuhnya karena masih harus melewati masa pemantauan selama 42 hari tanpa kasus baru sesuai pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Dilansir BBC, kasus pertama wabah Ebola di Uganda terdeteksi pada Mei lalu. Pasien pertama merupakan seorang pria yang datang dari Republik Demokratik Kongo (DRC) untuk mencari pengobatan. Selama wabah berlangsung, negara Afrika itu telah mencatat 20 kasus, termasuk 15 warga negara Kongo, dengan dua korban meninggal dunia.
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.