Siswi SMP di Sulteng Di-bully hingga Pingsan: Rambut Dijambak, Kepala Dipukul

Siswi SMP di Sulteng Di-bully hingga Pingsan: Rambut Dijambak, Kepala Dipukul

Seorang siswi SMPN 1 Paleleh, Kabupaten Buol, Sulteng, yang berinisial FR, diduga menjadi korban bullying oleh beberapa teman sekelasnya. Dugaan perundungan itu bahkan hingga membuat korban tidak sadarkan diri.

Aksi perundungan itu sempat terekam kamera dan viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat rambut korban dijambak, kepalanya dipukul berulang kali. Mirisnya, tidak ada satu pun yang melerai atau menolong siswi kelas 9a tersebut.

Kapolres Buol, AKBP Irwan mengatakan, kasus bullying di SMPN 1 Paleleh telah ditindaklanjuti Polsek Paleleh. Polisi telah berkoordinasi hingga mendatangi langsung lokasi kejadian.

"Anggota Polsek sudah ke lokasi tadi pagi dan bertemu pihak sekolah," kata Irwan kepada kumparan, Kamis (16/7).

Dari hasil penyelidikan awal, peristiwa bullying terjadi pada Rabu (15/7) kemarin pagi. Kasus ini berawal saat korban FR sedang duduk di dalam kelas. Dia kemudian didatangi sejumlah pelaku, yang tak lain adalah teman kelasnya sendiri.

"Kemarin pagi kejadiannya. Korban lagi duduk di kelas dan didatangi empat orang terduga pelaku. Mereka berteman, satu kelas," ucapnya.

Saat bertemu, mereka sempat cekcok. Keributan itu kemudian berakhir dengan perkelahian yang diduga satu lawan dua orang. Korban dikeroyok. Dia dijambak lalu dipukuli. Beberapa pelaku lain, sempat mengabadikan bullying itu dengan cara direkam video.

"Sempat adu mulut, lalu berkelahi," sambung dia.

Irwan menegaskan, perundungan terjadi diduga karena adanya permasalahan sebelumnya.

"Ada perselisihan mereka yang katanya sudah lama. Namun, sebenarnya sudah diselesaikan secara pribadi. Tetapi salah satu pelaku belum menerima lalu mendatangi korban hingga terjadi bullying," bebernya.

Sekolah Mediasi

Kasus bullying ini diambil alih sekolah. Irwan mengaku, pihak sekolah akan melakukan proses mediasi dengan mempertemukan para pihak.

"Pihak sekolah mengaku bertanggung jawab akan memproses seluruh siswa yang terlibat," tegasnya.

Tidak hanya itu, beberapa terduga pelaku juga telah membuat video permintaan maaf kepada korban dan mengklarifikasi kejadian sebenarnya.

"Terkait kejadian juga sudah di lakukan mediasi di sekolah oleh pihak sekolah dan bersangkutan sudah melakukan klarifikasi di media sosial," tandasnya.